Petani Ngawi Diminta Tanam Palawija dan Tembakau di Musim Kemarau agar Tak Merugi

Rabu, 10 Agustus 2022 08:04 Reporter : Rizka Nur Laily M
Petani Ngawi Diminta Tanam Palawija dan Tembakau di Musim Kemarau agar Tak Merugi Tanaman tembakau cocok ditanam di musim kemarau. ©2022 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Para petani di Kabupaten Ngawi Jawa Timur diminta menanam palawija dan tembakau selama musim kemarau yang berlangsung pada Agustus ini untuk menghindari gagal panen.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, petani harus bijak menghadapi permasalahan air di musim kemarau untuk mengairi lahan pertaniannya. Dia meminta petani yang tidak memiliki sumur pompa dalam beralih menanam tanaman kuat panas, seperti palawija dan tembakau.

"Petani di wilayah ini kesulitan air pada musim kemarau. Kalau tidak ada sumurnya sebaiknya beralih menanam palawija, seperti kacang dan kedelai, juga tembakau," imbaunya di Kabupaten Ngawi, Selasa (9/8/2022).

2 dari 3 halaman

Hindari Kerugian

tanaman tembakau cocok ditanam di musim kemarau

©2022 Merdeka.com/liputan6.com

Imbauan yang disampaikan kepada petani di Kabupaten Ngawi untuk menanam palawija atau tembakau bertujuan untuk menghindari kerugian besar yang rawan dihadapi petani karena minimnya pasokan air irigasi. 

Menurutnya, komoditas palawija dan tembakau tidak kalah menguntungkan dibanding padi. Sehingga tepat untuk dibudidayakan di musim kemarau mengingat tanaman-tanaman tersebut tahan panas dan memerlukan air lebih sedikit dibanding tanaman padi.

Komoditas palawija dan tembakau juga memiliki nilai jual cukup tinggi dan memiliki pangsa pasar sendiri. 

3 dari 3 halaman

Langganan Kesulitan Air

ilustrasi kekeringan
©©2012 Shutterstock/Leigh Prather

Lahan pertanian di Kabupaten Ngawi yang kerap mengalami kesulitan air pada musim kemarau antara lain berada di wilayah timur, seperti Kecamatan Karangjati, Padas, Pangkur, dan Bringin.

Banyak petani di daerah tersebut yang beralih menanam palawija dan tembakau untuk menghindari puso akibat kurang air irigasi.

Sehingga, lahan pertanian tidak menganggur dan tetap produktif di tengah terbatasnya sumber air saat musim kemarau.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini