Perkembangan Terkini Kasus Fetish Kain Jarik, Sedang Didalami Polisi

Jumat, 31 Juli 2020 10:46 Reporter : Rizka Nur Laily M
Perkembangan Terkini Kasus Fetish Kain Jarik, Sedang Didalami Polisi Perkembangan kasus fetish kain jarik. ©2020 Merdeka.com/Twitter @m_fikris

Merdeka.com - Polrestabes Surabaya akan membantu mengusut dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) berinisial G. Seperti disampaikan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Iptu Arif Ryzki Wicaksana.

Pihaknya mendalami kasus tersebut dengan menghubungi satu per satu korban. Diketahui, sebelumnya kasus fetish kain jarik ini menjadi topik bahasan hangat di media sosial twitter. Dimulai dari unggahan akun twitter @m_fikris pada 29 Juli 2020 lalu.

Fikri, sapaan pemilik akun tersebut, mengisahkan pengalamannya menjadi korban pelecehan seksual oleh terduga pelaku berinisial G. Tak butuh waktu lama, cuitan Fikri di twitter menggegerkan jagat maya. Beberapa orang yang memiliki pengalaman serupa menyerbu kolom komentar dan membagikan kisahnya masing-masing.

1 dari 5 halaman

Komunikasi dengan Para Korban

polrestabes surabaya

©Liputan6.com/nandaperdanaputra

"Masih kami dalami, karena memang sudah viral. Kita masih hubungi korban-korban," ujar Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, Kamis (30/7/2020), seperti dilansir Liputan6.com.

Arif menduga, korban kejahatan seksual oleh terduga pelaku lebih dari satu orang. Meski demikian, pihaknya mengedepankan asas praduga tak bersalah, menunggu ada laporan resmi dari para korban. Langkah awal yang ditempuh Polrestabes Surabaya yakni berkomunikasi terlebih dahulu dengan para korban.

"Karena kemungkinan besar enggak cuma satu korbannya. Perkara ini masih kita dalami," ucapnya.

2 dari 5 halaman

Pernyataan Sikap Unair

perkembangan kasus fetish kain jarik

©2020 Merdeka.com/Twitter @m_fikris

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Diah Ariani Arimbi mengeluarkan 11 pernyataan sikap sebagai tindak lanjut informasi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu oknum mahasiswanya.

Pernyataan resmi itu antara lain berisi, FIB Unair belum pernah mendapatkan laporan terkait adanya tindak pidana pelecehan seksual yang diberitakan dilakukan oleh oknum mahasiswa fakultas yang bersangkutan sebagaimana yang beredar di berbagai media sosial.

"Kedua, FIB segera merespons informasi terkait dugaan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh yang bersangkutan tersebut untuk memastikan bahwa segala tindakan sivitas akademika yang bertentangan dengan etika berperilaku di kampus dan peraturan perundangan lainnya akan mendapatkan sanksi sebagaimana seharusnya," ujar Diah, Kamis (30/7).

3 dari 5 halaman

Tersangka Belum Dapat Dihubungi

perkembangan kasus fetish kain jarik

©2020 Merdeka.com/Twitter @m_fikris

Selanjutnya, FIB telah berusaha menghubungi terduga pelaku untuk mengonfirmasi informasi yang beredar di media sosial. Namun, hingga pernyataan resmi ini disampaikan kepada publik, terduga pelaku belum bisa dihubungi. Bahkan, pihak FIB juga telah menghubungi orang tuanya, namun belum berhasil.

"Kami juga telah berusaha menghubungi orang tua mahasiswa yang bersangkutan, tetapi belum dapat terhubung," lanjut Diah.

4 dari 5 halaman

Lakukan Investigasi

perkembangan kasus fetish kain jarik

©2020 Merdeka.com/Twitter @m_fikris

FIB tidak akan melindungi siapapun di lingkungan sivitas akademika yang melanggar etika berperilaku di kampus, terlebih melakukan pelanggaran pidana.

"Terkait adanya pemberitaan yang viral di media sosial sebagaimana yang telah disebutkan di atas, maka kami melalui Komisi Etik Fakultas sedang melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap kasus ini dan siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini," lanjutnya.

Pihak kampus mengimbau, para korban atau pihak yang pernah mendapat perlakuan serupa dari terduga pelaku untuk segera melapor ke hotline/email resmi Fakultas Ilmu Budaya dan/atau HELP CENTER Universitas Airlangga (081615507016,helpcenter.airlangga@gmail.com). Bahkan, jika merasa perlu mengambil tindakan hokum, dipersilakan.

"Kami juga menyediakan layanan konseling kepada para korban dan identitas korban akan terjamin kerahasiaannya," terang Diah.

5 dari 5 halaman

Bukan Penelitian Akademik

perkembangan kasus fetish kain jarik

©2020 Merdeka.com/Twitter @m_fikris

Pada poin kesembilan, Pihak Dekanat FIB Unair menegaskan bahwasanya tidak pernah mengizinkan penelitian yang mengarah pada pelecehan seksual atau praktik-praktik yang merendahkan martabat kemanusiaan.

Sehingga alasan penelitian akademik yang digunakan terduga pelaku untuk mengelabui para korban jelas tidak sesuai dengan visi dan misi sivitas akademika, alias hanya akal-akalan pelaku saja.

"Kami senantiasa berkomitmen untuk menentang segala praktik kekerasan seksual, kekerasan fisik, perundungan, baik yang bersifat fisik maupun verbal," lanjut Diah.

Sebagai penutup, saat pernyataan resmi ini disampaikan, pihak FIB unair sedang melakukan proses investigasi. Mereka berkomitmen untuk terbuka menginformasikan perkembangan investigasi atas kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum mahasiswanya kepada publik. [rka]

Baca juga:
Belajar di Rumah, Siswi SMA di Kutai Timur Diperkosa Ayah Tiri
Polisi Tangkap Ketua Yayasan Ponpes di Serang Diduga Cabuli 15 Santriwati
Potret Keren Fina Phillipe, Aktris Cantik Jago Bela Diri yang Alami Pelecehan Seksual
Polisi Tangkap Pemuda Setubuhi Anak Berusia 14 Tahun di Karanganyar
Dicekoki Miras, Siswi SMP di Palembang Diperkosa 4 Pemuda

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini