Peristiwa 22 Mei: Kelahiran Sir Arthur Conan Doyle, Pengarang Sherlock Holmes

Minggu, 22 Mei 2022 06:00 Reporter : Edelweis Lararenjana
Peristiwa 22 Mei: Kelahiran Sir Arthur Conan Doyle, Pengarang Sherlock Holmes Sir Arthur Conan Doyle. © Paul Grover

Merdeka.com - Para penggemar cerita detektif akut pasti sudah tak asing dengan nama Sir Arthur Conan Doyle. Ya, beliau adalah pencipta tokoh fiktif legendaris, Sherlock Holmes, seorang detektif nyentrik yang sangat cerdas dan tinggal di Baker Street 221B London bersama kawannya, Dr. Watson.

Memiliki nama lengkap Arthur Ignatius Conan Doyle, beliau lahir pada 22 Mei 1859 di Edinburg, Skotlandia. Keluarga Doyle adalah keluarga Katolik-Irlandia yang makmur. Charles Altamont Doyle, ayah Arthur, adalah seorang pecandu alkohol kronis namun juga seniman yang cukup sukses.

Ibunya, Mary Doyle, suka membaca buku dan merupakan seorang pendongeng ulung. Dalam otobiografinya, Arthur menuliskan deskripsi yang menyentuh tentang pengaruh sang ibu yang sangat kuat terutama pada masa ia masih kanak-kanak.

Nama Arthur Conan Doyle mulai dikenal khalayak luas berkat cerita-cerita detektif karangannya, dengan tokoh bernama Sherlock Holmes. Berikut ulasan singkatnya mengenai kisah hidup Sir Arthur Conan Doyle untuk memperingati ulang tahunnya pada hari ini, 22 Mei.

2 dari 3 halaman

Pendidikan yang Ditempuh

Arthur Conan Doyle adalah anak kedua dari 10 bersaudara dari pasangan Charles Altamont dan Mary Foley Doyle. Ia menjalani tujuh tahun pendidikan Yesuit di Lancashire, Inggris, pada tahun 1868. Setelah satu tahun tambahan sekolah di Feldkirch, Austria, Conan Doyle kembali ke Edinburgh, mengutip britannica.com.

Atas pengaruh Dr. Bryan Charles Waller, salah satu penyewa yang tinggal di rumahnya, ia lantas mempersiapkan diri untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Edinburgh. Ia menerima kualifikasi Sarjana Kedokteran dan Magister Bedah dari Edinburgh pada tahun 1881 dan gelar M.D. pada tahun 1885 setelah menyelesaikan tesisnya yang berjudul “An Essay on the Vasomotor Changes in Tabes Dorsalis.”

Saat menjadi mahasiswa kedokteran, Conan Doyle sangat terkesan dengan keahlian profesornya yang bernama Dr. Joseph Bell, dalam mengamati detail paling kecil mengenai kondisi pasien. Ialah yang kemudian menginspirasi Doyle untuk menciptakan karakter detektif fiksi terkenalnya, Sherlock Holmes.

Di Universitas Edinburgh, Doyle juga beruntung karena bertemu teman sekelas dan calon penulis James Barrie dan Robert Louis Stevenson. Saat menjadi mahasiswa kedokteran, Doyle pertama kali mencoba menulis cerita pendek berjudul The Mystery of Sasassa Valley. Cerita ini diikuti oleh cerita kedua, The American Tale, yang diterbitkan di London Society, mengutip biography.com.

3 dari 3 halaman

Perjalanan Karier Kepenulisan

Pekerjaan pertama Doyle sebagai dokter berupa posisi petugas medis di kapal uap Mayumba, yang melakukan perjalanan dari Liverpool ke Afrika. Setelah bertugas di Mayumba, Doyle menetap di Plymouth, Inggris untuk sementara waktu. Ketika dananya hampir habis, ia pindah ke Portsmouth dan membuka praktik pertamanya.

Ia menghabiskan beberapa tahun berikutnya berjuang untuk menyeimbangkan karier medisnya yang sedang berkembang dengan usahanya untuk mendapatkan pengakuan sebagai seorang penulis. Doyle kemudian meninggalkan dunia medis sama sekali, untuk mencurahkan seluruh perhatiannya pada tulisan dan keyakinannya.

Pada tahun 1885, saat masih berjuang untuk menjadi penulis, Doyle bertemu dan menikahi istri pertamanya, Louisa Hawkins. Pasangan itu pindah ke Upper Wimpole Street dan memiliki dua anak, seorang putri dan seorang putra. Pada tahun 1893, Louisa didiagnosis menderita TBC.

Louisa akhirnya meninggal karena TBC pada tahun 1906. Tahun berikutnya, Doyle menikah lagi dengan Jean Leckie dan dikaruniai dua putra dan seorang putri.  Pada tahun 1886, baru menikah lagi dengan Jean dan masih berjuang untuk menjadi seorang penulis, Doyle mulai menulis novel misteri A Tangled Skein.

Dua tahun kemudian, novel itu berganti nama menjadi A Study in Scarlet dan diterbitkan di Beeton's Christmas Annual. A Study in Scarlet, yang pertama kali memperkenalkan karakter yang sangat populer, Detektif Sherlock Holmes dan asistennya, Watson, akhirnya membuat Doyle mendapatkan pengakuan yang sangat diinginkannya.

A Study in Scarlet adalah cerita pertama dari 60 cerita yang ditulis Doyle tentang Sherlock Holmes selama karier menulisnya. Ia juga menghasilkan beberapa novel sejarah termasuk satu tentang Era Napoleon yang disebut The Great Shadow pada tahun 1892, dan novel sejarahnya yang paling terkenal, Rodney Stone, pada tahun 1896.

Sir Arthur Conan Doyle termasuk seorang penulis yang produktif, di mana ia juga menyusun empat buku Sherlock Holmes yang paling populer selama tahun 1890-an dan awal 1900-an yakni; The Sign of Four (1890), The Adventures of Sherlock Holmes (1892), The Memoirs of Sherlock Holmes (1894) dan The Hound of Baskervilles yang diterbitkan pada tahun 1901.

[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini