Patah Hati Ditinggal Mati Pasangannya, Kisah Gajah Bernama Mao Ini Bikin Haru

Selasa, 30 Juni 2020 15:11 Reporter : Vinna Wardhani
Patah Hati Ditinggal Mati Pasangannya, Kisah Gajah Bernama Mao Ini Bikin Haru Gajah Mao. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Patah hati ternyata bukan hanya dapat dirasakan oleh manusia. Hewan-hewan yang ada di bumi ini ternyata juga dapat merasakan pedihnya patah hati.

Dilansir dari Brilio.net, seekor gajah bernama Mao menjadi salah satu contoh hewan yang turut merasakan sakitnya patah hati. Pada 2018 lalu, pasangan hidup Mao pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Kehilangan belahan jiwa tentu bukan sesuatu hal yang mudah. Kejadian ini menjadi sebuah pukulan berat kepada Mao. Tindak-tanduknya kemudian berubah setelah ditinggal mati pasangannya. Berikut cerita haru gajah Mao selengkapnya.

1 dari 3 halaman

Kehilangan Nafsu Makan, Berat Badan Tidak Stabil

Akibat ditinggal mati pasangannya, Mao kemudian kehilangan nafsu makannya. Seolah merasakan patah hati layaknya manusia, gajah tersebut mengalami penurunan berat badan. Pihak penangkaran Jepang tempat Mao dirawat merasa khawatir. Mereka kemudian memberikan makanan berkalori lebih tinggi untuk menjaga berat badan Mao. Beruntung, cara ini berhasil dilakukan.

Dalam program makan tersebut, Mao si gajah berusia 18 tahun berhasil menambah berat badan sebanyak 500 kg. Hal ini tentu membuat pihak penangkaran kembali khawatir. Lantaran berat badan Mao berada di atas jumlah ideal gajah seusianya.

"Kami akan memonitor kondisi kesehatan Mao dan menjadi kreatif dengan menu dan jumlah waktu makan," kata seorang petugas kebun binatang, dilansir brilio.net dari Kyodonews.

2 dari 3 halaman

Program Mengontrol Berat Badan

gajah mao

©2020 Merdeka.com

Melihat kondisi Mao, pihak penangkaran kemudian memikirkan cara untuk membuat Mao dapat menjalani program diet. Tidak sendirian, mereka juga turut melibatkan para pengunjung demi kesuksesan program diet Mao. 

Sejak 1 Juni, pengunjung Kebun Binatang Morioka di Prefektur Iwate, Jepang timur laut, telah mengajak para pengunjungnya untuk membantu Mao diet. Mereka membuat Mao berjalan dari sudut ke sudut dengan memancingnya menggunakan makanan. Untuk bisa mendapatkan makanan dari pengunjung, Mao harus berjalan setidaknya 60 meter hingga 15 kali dalam sehari.

Total berat badan Mao awalnya berada di angka 3.940 kg. Kemudian berkat program ini ia lalu turun sekitar 210 kg dari akhir Januari. Meski begitu, target berat ideal yang harus dicapainya adalah 3.600 kg.

3 dari 3 halaman

Berat Badan Ideal agar Mudah Bersalin

Memiliki berat badan ideal bukan tanpa alasan. Pihak penangkaran mengatakan, Mao harus memiliki berat badan ideal untuk mempermudah proses persalinannya. Berat badan gajah Afrika betina ini memang harus diperhatikan demi kesehatan ibu sang bayi.

"Saya menantikan bayi gajah Jepang pertama yang dilahirkan melalui inseminasi buatan," ujar Hiroki Matsumoto, seorang dokter gigi lokal berusia 44 tahun.

[vna]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jawa Timur
  3. Jatim
  4. Tren
  5. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini