Nasib Nakes di Malang, Banyak yang Positif Covid-19 hingga Insentif Belum Dibayar

Kamis, 29 Juli 2021 08:00 Reporter : Rizka Nur Laily M
Nasib Nakes di Malang, Banyak yang Positif Covid-19 hingga Insentif Belum Dibayar Ilustrasi tenaga kesehatan. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Dua puskesmas di Kota Malang, Jawa Timur yakni Puskesmas Ciptomulyo dan Puskesmas Kedungkandang untuk sementara waktu tidak melayani pasien umum.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang, diketahui sebanyak 60 tenaga kesehatan (nakes) di dua puskesmas tersebut positif Covid-19. Rinciannya, di Puskesmas Ciptomulyo ada 36 nakes positif Covid-19, sementara di Puskesmas Kedungkandang terdapat 24 nakes positif Covid-19. Seluruhnya masih dalam perawatan.

2 dari 3 halaman

Pasien Dialihkan

“Layanan yang sudah terjadwal tetap dilanjutkan seperti vaksinasi maupun pengambilan spesimen untuk swab tes,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, Selasa (27/7/2021).

Sementara itu, warga yang hendak periksa kesehatan di poli umum untuk sementara waktu tidak dapat dilayani. Mereka dialihkan ke puskesmas terdekat lain untuk mendapat layanan kesehatan.

Warga yang biasanya ke Puskesmas Ciptomulyo misalnya, dialihkan ke Puskesmas Janti dan Puskesmas Mulyorejo. Sedangkan warga yang biasanya mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Kedungkandang dialihkan ke Puskesmas Arjowinangun dan Pukesmas Gribik.

“Jadi tak tutup total untuk puskesmas yang ada nakes positif Covid-19. Kami beri ruang agar tak terjadi penyebaran lebih lanjut,” lanjut Husnul, dikutip dari liputan6.com.

Ini kali kedua di mana hampir seluruh nakes di Puskesmas Kedungkandang positif Covid-19. Sebelumnya, kasus serupa terjadi pada Agustus 2020 lalu. Sebagaimana saat ini, pelayanan di puskesmas tersebut terpaksa ditutup sementara.

3 dari 3 halaman

Tunjangan Dipotong, Insentif Belum Cair

ilustrasi uang©shutterstock.com/Robbi

Sementara itu, nakes berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Malang harus legowo. Pasalnya, tunjangan atau tambahan penghasilan selama tiga bulan akan dipotong. Selain itu, insentif nakes dari Kementerian Kesehatan juga belum turun.

Pemotongan sebagian tunjangan penghasilan ASN itu merupakan kebijakan Pemkot Malang. Dana yang terkumpul digunakan membantu penanganan Covid-19 di Malang. Mulai dari pengadaan obat sampai tabung oksigen untuk pasien Covid-19.

 “Ya mau bagaimana lagi, kalau jadi kebijakan kami menerima saja dengan ikhlas,” tutur Farida Nuna, Kepala Puskesmas Arjowinangun, Kota Malang, Selasa (27/7/2021).

Nakes di puskesmas menjasi salah satu garda depan dalam penanganan Covid-19. Tugasnya mulai melacak kontak erat pasien, pengambilan spesimen untuk tes PCR, hingga melakukan pemantauan berkala terhadap pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri.

“Kalau kami bekerja selama enam hari dan bisa disebut 24 jam penuh harus siap bila ada panggilan,” imbuhnya.

Sebenarnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan memberikan insentif kepada nakes dan tenaga penunjang pelayanan pasien Covid-19. Namun, sejak September 2020 lalu insentif nakes belum cair. Farida dan staf Puskesmas Arjowinangun pun pasrah terhadap kondisi itu.

“Ya itu faktanya, sejak September tahun lalu belum pernah cair. Tapi kami harus tetap bekerja,” ungkapnya.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini