Nasabah Gugat BRI Cabang Tuban Rp4,2 Miliar, Begini Awal Perkaranya

Jumat, 30 September 2022 08:33 Reporter : Rizka Nur Laily M
Nasabah Gugat BRI Cabang Tuban Rp4,2 Miliar, Begini Awal Perkaranya Ilustrasi bank BRI. ©2022 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tuban digugat Rp4,2 miliar oleh salah seorang nasabahnya karena diduga melakukan tindakan melawan hukum.

Nasabah bernama Mustarom melaporkan BRI Tuban lantaran bank pelat merah itu melelang tiga sertifikat yang dijadikan jaminan atas kredit senilai Rp 1 Miliar.

Selain BRI Tuban, Mustarom juga menggugat Kantor Pelayanan Kekayaan dan Lelang Negara Surabaya. Gugatan tersebut terdaftar di Pengadilan Negeri Tuban bernomor 14/Pdt.G/2022/PN Tbn.

2 dari 3 halaman

Gugatan

bank bri

variasidankacafilm.blogspot.com

Mustarom menuntut agar pengadilan mengabulkan seluruh gugatan penggugat, menolak pelaksanaan lelang, dan menyatakan secara hukum bahwa penggugat adalah penggugat yang beritikad baik.

Selain itu, pengadilan juga diminta menyatakan secara hukum bahwa proses lelang yang dilakukan oleh para tergugat dan merugikan hak penggugat adalah perbuatan melawan hukum. Menyatakan secara hukum bahwa pelaksanaan lelang tidak sah dan harus dinyatakan batal demi hukum.

"Menyatakan secara hukum bahwa surat penetapan jadwal lelang No.S-664/KNL.1001/2022, tanggal 01 April 2022 dan No.1036/KNL.10001/2022, tanggal 14 April 2022 yang dibuat oleh tergugat II/terbantah II mengandung cacat hukum dan batal demi hukum," demikian bunyi petitum gugatan, dikutip dari akun Instagram @tubannow, Jumat (30/9/2022).

3 dari 3 halaman

Kerugian Nasabah

ilustrasi uang
©©2014 Merdeka.com

Mustarom mengklaim mengalami kerugian materiil dan immaterial. Ia menuntut tergugat membayar ganti rugi materiil senilai Rp 3.739.000.000 secara tanggung renteng. Selain itu, ia juga menuntut tergugat membayar ganti rugi immateriil Rp 500.000.000 secara tanggung renteng.

Secara keseluruhan, Mustarom menuntut BRI cabang Tuban membayar kerugian sekitar Rp4,2 miliar.

"Menghukum para tergugat/para terbantah untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah), untuk setiap harinya," bunyi petitum gugatan.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini