Mengenal Depresi Melankolis, Penghilang Semangat yang Bawa Kehampaan

Selasa, 16 Agustus 2022 15:08 Reporter : Edelweis Lararenjana
Mengenal Depresi Melankolis, Penghilang Semangat yang Bawa Kehampaan Ilustrasi sedih. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Pernahkah Anda mendengar tentang depresi melankolis? Depresi melankolis adalah jenis depresi yang juga disebut dengan melankolis. Sebanyak 15%-30% penderita depresi memiliki tipe ini.

Kata 'melancholia' telah digunakan sejak zaman Yunani kuno untuk menggambarkan perasaan yang sangat sedih dan putus asa. Depresi melankolis biasanya merupakan penyakit yang parah.

Kondisi ini membuat penderitanya kehilangan minat pada hampir semua aktivitas dan memiliki gejala lain yang berbeda. Depresi melankolis mungkin memiliki gejala yang lebih parah daripada jenis depresi lainnya.

Depresi melankolis mungkin juga lebih sulit untuk diobati daripada jenis depresi lainnya. Meski demikian, Anda dapat belajar mengelola gejala dengan bantuan seorang profesional kesehatan mental.

Berikut informasi selengkapnya mengenai depresi melankolis yang perlu Anda ketahui.

2 dari 5 halaman

Apa Itu Depresi Melankolis

Depresi melankolis adalah bentuk gangguan depresi mayor (MDD) yang ditandai dengan presentasi mendalam dari depresi berat. Depresi melankolis membuat penderitanya kehilangan kesenangan akan semua hal ditandai dengan perasaan sedih dan putus asa yang terus-menerus dan intens.

Gangguan ini dapat memengaruhi banyak bidang kehidupan, termasuk pekerjaan, sekolah, dan hubungan sosial. Kondisi ini juga dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku serta berbagai fungsi fisik, seperti nafsu makan dan tidur.

Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) edisi kelima, melancholia adalah penentu untuk MDD, sehingga seseorang akan didiagnosis memiliki gangguan depresi mayor (penyakit yang lebih luas) dengan ciri melankolis (gejala spesifik).

Meski kini depresi melankolis tidak lagi dianggap sebagai diagnosis yang terpisah dan berbeda, beberapa peneliti menyarankan bahwa kondisi ini harus dianggap sebagai sindrom yang berbeda untuk meningkatkan perawatan dan hasil.

Istilah "melancholia" sendiri merupakan salah satu istilah tertua yang digunakan dalam psikologi. Melankolia sudah ada sejak Hippocrates memperkenalkannya pada abad kelima SM, yang artinya "empedu hitam" dalam bahasa Yunani. Terjemahan ini tepat karena Hippocrates percaya bahwa kelebihan empedu hitam (satu cairan tubuh dari "Empat Humor,") menyebabkan melankolis.

Gejala yang dikategorikan Hippocrates untuk menggambarkan melankolis hampir identik dengan gejala yang digunakan saat ini untuk depresi melankolis seperti ketakutan, tidak ingin makan, insomnia, kegelisahan, agitasi, dan kesedihan, melansir verywellmind.com.

3 dari 5 halaman

Gejala Depresi Melankolis

Melansir laman healthdirect.gov.au, gejala melankolis mirip dengan gejala umum depresi tetapi biasanya memiliki tingkatan yang lebih parah.

Kebanyakan orang yang menderita depresi melankolis mengalami keterlambatan gerakan, pikiran, dan ucapan.

Berikut beberapa gejala utama dari depresi melankolis yang perlu diketahui;

  • Memiliki suasana hati tertekan yang beda dari biasanya, ditandai dengan kesedihan mendalam, keputusasaan, atau kekosongan.
  • Depresi yang secara konsisten memburuk di pagi hari.
  • Bangun pagi (setidaknya dua jam lebih awal dari biasanya).
  • Gangguan psikomotor baik retardasi, yaitu melambatnya gerakan normal, atau agitasi, yang meningkat dan/atau gerakan tidak teratur.
  • Anoreksia atau penurunan berat badan.
  • Rasa bersalah yang berlebihan atau tidak wajar.
  • Memiliki tendensi untuk bunuh diri.
4 dari 5 halaman

Penyebab Depresi Melankolis

Perubahan di otak dan jalur hormonal dapat berkontribusi sebagai penyebab depresi melankolis, melansir medicalnewstoday.com. Hipotalamus, kelenjar pituitari, dan kelenjar adrenal mungkin tidak berfungsi dengan benar hingga menyebabkan jenis depresi ini.

Jalur ini disebut aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA). Kelenjar ini melepaskan bahan kimia yang mengatur stres dan nafsu makan. Saat mengalami depresi melankolis Anda mungkin memiliki kadar kortisol yang tinggi, yaitu hormon steroid yang dibuat oleh kelenjar adrenal saat tubuh sedang stres.

Sumbu HPA mengatur hal ini dan memengaruhi banyak fungsi berbeda dalam tubuh termasuk nafsu makan, metabolisme, dan memori. Anda mungkin juga mengalami perubahan sinyal otak yang disebut neuron. Sinyal-sinyal ini memengaruhi cara Anda merespons lingkungan.

Dokter atau profesional kesehatan mental akan mendiagnosis depresi Anda berdasarkan tanda dan gejala. Anda harus memiliki satu atau kedua dari dua gejala utama depresi melankolis yakni hilangnya kemampuan untuk menikmati hidup atau untuk menanggapi aktivitas yang menyenangkan dalam hidup.

Anda juga harus memiliki setidaknya tiga dari gejala ini:

  • Keputusasaan bukan karena kesedihan atau kehilangan orang yang dicintai
  • Kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan yang signifikan
  • Perubahan psikomotor
  • Suasana hati yang tertekan yang lebih buruk di pagi hari daripada di malam hari
  • Bangun setidaknya 2 jam lebih awal dari yang waktu bangun biasanya
  • Perasaan bersalah yang kuat
5 dari 5 halaman

Pengobatan Depresi Melankolis

Untuk depresi melankolis, pengobatan seringkali menjadi bagian dari rencana perawatan karena diyakini memiliki akar biologis. Dengan kata lain, kondisi ini biasanya tidak dipicu oleh keadaan luar. Penyebab depresi melankolis utamanya adalah susunan genetik dan fungsi otak, memerlukan obat yang bekerja pada penyebab biologis seperti fungsi otak.

Jenis antidepresan yang dapat digunakan untuk depresi melankolis meliputi:

1. Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs): Obat-obat ini bekerja dengan mengubah cara kerja neurotransmitter serotonin di otak, sehingga meningkatkan mood. Jenis umum termasuk Prozac (fluoxetine), Paxil (paroxetine), Zoloft (sertraline), dan Lexapro (escitalopram).

2. Serotonin-Norepinefrin Reuptake Inhibitor (SNRI): SNRI mempengaruhi cara kerja serotonin dan norepinefrin di otak. Jenis yang umum adalah Cymbalta (duloxetine) dan Effexor (venlafaxine).

3. Norepinephrine and Dopamine Reuptake Inhibitors (NDRIs): Wellbutrin (bupropion) adalah satu-satunya obat di kelas ini yang memengaruhi norepinefrin dan dopamin.

4. Antidepresan atipikal: Obat-obatan ini memengaruhi bahan kimia otak yang tampaknya meningkatkan suasana hati. Contoh obat dalam kategori ini adalah Remeron (mirtazapine), Oleptro (trazodone), Trintellix (vortioxetine), dan Viibryd (vilazodone).

5. Antidepresan trisiklik (TCA): Ini adalah antidepresan generasi pertama dan mungkin memiliki lebih banyak efek samping daripada versi yang lebih baru. Golongan ini meliputi Tofranil (imipramine), Pamelor (nortriptyline), dan amitriptyline.

6. Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOIs): Ini adalah kelas antidepresan lain yang lebih tua yang dapat memiliki efek samping yang serius tetapi mungkin merupakan pilihan yang baik untuk orang-orang tertentu. Obat utama dalam kelas ini adalah Parnate (tranylcypromine), Nardil (phenelzine), dan Marplan (isocarboxazid).

[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini