Marak Perkawinan Anak di Gresik karena Hamil Duluan, Ini Kata MUI

Sabtu, 26 Juni 2021 09:31 Reporter : Rizka Nur Laily M
Marak Perkawinan Anak di Gresik karena Hamil Duluan, Ini Kata MUI Ilustrasi Hamil. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Angka perkawinan anak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur menunjukkan tren peningkatan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat pun prihatin dengan kondisi ini.

"Selain membawa persoalan marak anak muda hamil sebelum nikah, kami juga menyoroti dua isu lainnya, yakni masifnya peredaran narkoba dan menjamurnya kasus renternir yang keberadaannya menjerat warga miskin," tutur Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq usai audiensi dengan Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Kamis (24/6/2021).

2 dari 4 halaman

Harus jadi Perhatian Bersama

Menurut Mansoer, perkawinan anak harus menjadi perhatian bersama. Terlebih, data yang dikeluarkan Pengadilan Agama Gresik menunjukkan angka perkawinan anak meningkat setiap tahunnya.

"MUI sebenarnya sudah melakukan antisipasi nikah dini dengan mendirikan lembaga konseling di PA Gresik. Tapi yang terjadi banyak juga anak muda yang sudah telanjur, dalam artian hamil duluan sebelum menikah. Ini memprihatinkan. Makanya harus ada solusi konkret terkait persoalan tersebut," ungkapnya, dikutip dari Liputan6.com.

3 dari 4 halaman

Hamil Duluan

010 destriyana©2015 Merdeka.com/shutterstock

Sementara itu, berdasarkan data Pengadilan Agama Gresik, sebanyak 49 persen pasangan calon pengantin yang mengajukan dispensasi menikah disebabkan karena hamil duluan.

Januari hingga Juni 2021 terdapat 124 pasangan yang mengajukan dispensasi. Di mana sebanyak 61 pasangan di antaranya hamil sebelum menikah.

"Data tersebut yang kami terima antara bulan Januari hingga Juni 2021. Persoalan ini harus menjadi perhatian bersama khususnya pemerintah," lanjut Mansoer.

4 dari 4 halaman

Pencegahan

Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir menjelaskan, sebenarnya sudah ada peraturan daerah yang mengatur soal perkawinan anak. Namun, aturan tersebut perlu direvisi karena sudah usang. Dalam revisi tersebut, perlu disertakan pencegahan perkawinan anak, khususnya bagaimana mencegah kehamilan di luar nikah.

"Adapun untuk urusan narkoba sudah ada perda pencegahan dan peredaran. Bulan kemarin sangat masif dilakukan sosialisasi. Poin pentingnya kami menyambut baik, Perda kita sosialisasikan dengan sinergitas dengan MUI," tutur politisi PKB itu.

[rka]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jatim
  3. Berita
  4. Pernikahan Dini
  5. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini