Legislator Rayakan Kemerdekaan bersama Mantan Tokoh ISIS Jatim, Begini Kesannya

Kamis, 18 Agustus 2022 13:08 Reporter : Rizka Nur Laily M
Legislator Rayakan Kemerdekaan bersama Mantan Tokoh ISIS Jatim, Begini Kesannya Abu Fida, mantan tokoh deklarasi ISIS di Jawa Timur. ©2022 Merdeka.com/Instagram @abufida_official

Merdeka.com - Anggota DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi’i merayakan HUT RI ke-77 bersama salah satu mantan tokoh Deklarasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Jawa Timur, Muhammad Saifudin Umar alias Abu Fida.

"Kemarin (17/8), saya ke rumah Abu Fida di Jalan Sidotopo Lor, Surabaya,” ujar legislator Kota Surabaya itu melalui keterangan tertulis, Kamis (18/8).

Di rumah mantan narapidana terorisme (napiter) itu, Imam dan Abu Fida melakukan tasyakuran dengan nasi tumpeng Berbendera Merah Putih.

2 dari 4 halaman

Sosok Abu Fida

abu fida mantan tokoh deklarasi isis di jawa timur

©2022 Merdeka.com/Instagram @abufida_official

Anggota DPRD Kota Surabaya itu mengungkapkan, Abu Fida adalah salah satu tokoh yang memiliki potensi menarik orang-orang radikal kembali ke jalan normal. Apalagi Abu Fida pernah memiliki ideologi radikalisme selama puluhan tahun hingga akhirnya kembali mengucapkan janji setia kepada NKRI. 

Untuk itu, pada momentum HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Imam mengajak Abu Fida dan para mantan napiter lain berperan bersama-sama. 

"Orang-orang seperti Abu Fida dan mantan napiter lain setelah kembali ke lingkungan masyarakat, jangan malah dikucilkan. Harusnya, kita bersama mereka agar bisa bersama-sama mengisi kemerdekaan," ungkap Imam, mengutip dari ANTARA.

Adapun saat ini, sebagian besar mantan napiter berprofesi sebagai pedagang. Pemerintah Kota Surabaya, kata Imam, berupaya memfasilitasi para napiter dengan mendaftarkan di aplikasi e-Peken hingga mendorong pengurusan izin berdagang.

"Kalau para mantan napiter ini sudah punya akun e-Peken. Kemudian, mereka mendapat rezeki dari situ, kan nanti tidak mudah tergoda dari aliran-aliran keras itu lagi," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Pengakuan Abu Fida

pembentangan bendera merah putih di candi borobudur
©2022 AFP/DEVI RAHMAN

Abu Fida mengaku bersyukur bisa merayakan HUT ke-77 Kemerdekaan RI Tahun 2022 dengan suasana suka cita dan kedamaian. 

"Saya kembali ke pikiran-pikiran yang relatif normal sehingga tidak keras seperti dahulu. Mudah-mudahan pertemanan ini saling menjaga untuk mewujudkan kesatuan bangsa Indonesia," tuturnya.

Lelaki yang tahun ini terdaftar sebagai mahasiswa baru Program Doktoral S-3 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Jurusan Studi Islam itu mengapresiasi upaya Pemkot Surabaya yang memfasilitasi para mantan napiter mengembangkan usahanya melalui aplikasi Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo atau e-Peken.

"Saya menjual beberapa obat herbal dan beberapa sembako di aplikasi e-Peken," terangnya.

4 dari 4 halaman

Perjalanan Abu Fida

005 hikmah wilda amalia
©2015 Merdeka.com

Abu Fida yang merupakan mantan anggota JI (Jamaah Islamiyah) dan JAT (Jamaah Ansharut Tauhid) adalah satu di antara 18 mantan napiter yang tinggal di Surabaya. Adapun secara keseluruhan mantan napiter yang tinggal di Jawa Timur tercatat sebanyak 150-an orang.

Pada tahun 2004, Abu Fida ditangkap aparat keamanan karena dituduh pernah menyembunyikan Dr. Azhari dan Noordin Mohd Top. Kedua warga Malaysia yang menjadi buronan utama kasus terorisme di Indonesia

Petugas melakukan pemeriksaan intensif terhadap Abu Fida selama sebulan dari satu hotel ke hotel lain. Dia kemudian dibebaskan setelah media massa ramai memberitakan kasus penangkapannya. Kabarnya, saat itu petugas tidak pernah memberikan surat penangkapan dan penahanan guru mengaji itu kepada pihak keluarga.

Selang 10 tahun, pada tahun 2014 Abu Fida kembali ditangkap Densus 88 Antiteror setelah mengisi ceramah dan mendeklarasikan ISIS di sebuah masjid di Kota Surakarta. Alumni Pondok Pesantren Gontor itu divonis hukuman tiga tahun penjara. Dua tahun dipenjara di Mako Brimob dan setahun di Lapas Magelang, Jawa Tengah.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini