Lebaran di Kuburan, Begini Cara Tak Biasa Warga Banyuwangi Rayakan Idul Fitri

Selasa, 19 Mei 2020 18:45 Reporter : Rizka Nur Laily M
Lebaran di Kuburan, Begini Cara Tak Biasa Warga Banyuwangi Rayakan Idul Fitri Ilustrasi ziarah kubur. ©2020 Merdeka.com/ayobandung.com

Merdeka.com - Beberapa daerah di Jawa, tradisi nyekar atau ziarah kubur menjelang datangnya hari raya Idul Fitri sudah mendarah daging. Tapi siapa sangka, warga Banyuwangi justru berziarah ke makam sanak-saudara tepat saat hari raya Idul Fitri.

Dihimpun dari berbagai sumber, tradisi Lebaran Kuburan tidak pernah absen digelar setiap tahunnya. Tradisi ini pun hanya dilakukan oleh masyarakat di Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

1 dari 5 halaman

Pelaksanaan Lebaran Kuburan

ilustrasi ziarah kubur

©2020 Merdeka.com/ayobandung.com


Lebaran identik dengan kegiatan silaturahmi ke sanak-saudara dan para tetangga. Namun, warga Desa Bunder, Banyuwangi juga melengkapinya dengan mendatangi makam leluhur atau sanak-saudara yang telah meninggal dunia.

Tradisi Lebaran Kuburan merupakan tradisi turun-temurun yang masih terus dilestarikan warga setempat. Penyelenggaraannya dilaksanakan pada hari kedua lebaran atau tanggal dua Syawal.

2 dari 5 halaman

Makan di Kuburan

ilustrasi camilan lebaran dan perayaan idul fitri

©2020 Merdeka.com/fispol.com

Berbeda dengan ziarah pada umumnya, tradisi mendatangi makam leluhur dan keluarga di Banyuwangi ini tidak sekadar mendoakan dan membawa bunga tabur. Selayaknya perayaan lebaran di rumah, warga membawa berbagai jenis makanan ke area makam.

Pada hari pelaksanaannya, sejak pagi para warga sudah mempersiapkan diri. Sesampainya di area makam keluarganya, mereka menggelar tikar untuk digunakan alas duduk. Di tengah-tengah tikar yang tergelar sudah ada beragam jajanan khas lebaran. Lengkap dengan tumpeng dan aneka minuman.

3 dari 5 halaman

Panjatkan Doa

ilustrasi berdoa

©Shutterstock

Dipimpin tokoh agama setempat, para warga memanjatkan doa-doa baik untuk leluhur maupun untuk seluruh warga desa yang masih hidup. Setelah mendoakan para leluhur yang sudah meninggal dunia, acara dilanjutkan dengan makan bersama di area makam.

Dikutip dari berbagai sumber, meskipun ziarah kubur bisa dilakukan kapan saja, tradisi Lebaran Kuburan khas Banyuwangi ini memiliki kesan tersendiri bagi warganya.

4 dari 5 halaman

Ajang Silaturahmi

ilustrasi lebaran bersama keluarga

klubwanita.com ©2020 Merdeka.com

Tradisi Lebaran Kuburan menjadi momentum kebersamaan warga desa untuk berkumpul dan bersilaturahmi antara satu dengan lainnya. Tidak sedikit warga Desa Bunder Banyuwangi yang merantau merindukan momentum Lebaran Kuburan.

Mereka biasanya menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman demi bisa mengikuti perayaan Lebaran Kuburan.

5 dari 5 halaman

Menyalakan Petasan

ilustrasi petasan

©shutterstock.com/Vladimir Mucibabic

Warga memiliki cara tersendiri untuk mengusir suasana angker dan mistis selama berada di area makam, yakni dengan menyalakan petasan di area pemakaman. Sekaligus sebagai tanda suka cita dalam meraih kemenangan Idul Fitri.

Sebelum meninggalkan area makam, para warga bersalaman satu sama lain. Sebagai bentuk rasa persaudaraan dan silaturahmi.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini