Konsumsi Ikan Tekan Kasus Kekerdilan Anak, Begini Penjelasan Tim PKK Pamekasan

Kamis, 30 Juni 2022 09:27 Reporter : Rizka Nur Laily M
Konsumsi Ikan Tekan Kasus Kekerdilan Anak, Begini Penjelasan Tim PKK Pamekasan Ilustrasi balita. ©Shutterstock/Morgan DDL

Merdeka.com - Kasus stunting atau kekerdilan pada anak di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, masih tinggi. Menyikapi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus menggencarkan program Gemar Makan Ikan (Gemarikan) untuk menekan kasus stunting di wilayah tersebut.

"Kampanye gerakan gemar makan ini penting, karena kasus kekerdilan di Pamekasan masih tinggi," tutur Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Pamekasan, Ani Fatah Yasin, di Pamekasan, Rabu (29/6/2022).

Salah satu daerah yang angka kasus kekerdilannya masih tinggi adalah Kecamatan Tlanakan. Kecamatan ini menjadi sasaran kampanye program Gemarikan karena tercatat sebagai penyumbang terbanyak kedua kasus stunting di Kabupaten Pamekasan setelah Kecamatan Proppo.

2 dari 3 halaman

Program Gemarikan

ilustrasi ikan ekor kuning

Shutterstock ©2022 Merdeka.com

Pada tahun 2020, prevalensi balita yang mengalami kekerdilan mencapai 9.831 orang atau 18,04 persen dari jumlah keseluruhan balita di Kabupaten Pamekasan saat itu. Selanjutnya, pada tahun 2021, prevalensi balita yang mengalami stunting turun menjadi 16,47 persen.

Menurut Ani, penurunan angka kasus stunting berkat program intensif yang dicanangkan Pemkab Pamekasan bersama Tim Penggerak PKK. Salah satunya yakni program Gemarikan.

"Kampanye Gemarikan terus kami gencarkan, di samping program pendamping lainnya, seperti penambahan makanan tambahan pada balita di setiap kegiatan posyandu dan pendidikan melek gizi," tuturnya, dikutip dari Antara.

3 dari 3 halaman

Pendidikan Melek Gizi

002 siti rutmawati
©www.mirror.co.uk

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan dr Syaifudin mengungkapkan, selain karena kurang gizi, banyaknya balita yang mengalami kasus kekerdilan di wilayah setempat disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan. 

Banyak orang tua di Kabupaten Pamekasan belum paham menganai pola pemberian makanan yang mengandung gizi. Hal ini menyebabkan pertumbuhan anak terhambat.  

“Pendidikan melek gizi juga penting dilakukan. Beberapa kasus balita yang mengalami kekerdilan di Pamekasan bukan karena miskin. Banyak di antara mereka justru dari kalangan keluarga mampu," terangnya.

Oleh karena itu, kata dia, orang tua penting memiliki pendidikan melek gizi. Mengingat data temuan di lapangan yang menyatakan salah satu sebab anak stunting karena orang tua belum mengerti pentingnya asupan gizi. 

Penyebab lain balita mengalami stunting adalah sudah kekurangan gizi sejak masih dalam kandungan sang ibu. 

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini