Kisah Pilu Remaja Tenggelam di Sungai Brantas, Ditemukan Setelah Tiga Hari Pencarian

Rabu, 6 Mei 2020 11:00 Reporter : Rizka Nur Laily M
Kisah Pilu Remaja Tenggelam di Sungai Brantas, Ditemukan Setelah Tiga Hari Pencarian Ilustrasi tenggelam. ©Shutterstock/Tom Wang

Merdeka.com - Setelah tiga hari pencarian, Tim SAR akhirnya menemukan remaja asal Tulungagung yang tenggelam di Sungai Brantas. Korban diketahui bernama Yordan Candra Mahardika (17) terseret arus Sungai Brantas di wilayah Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Dikutip dari Liputan6.com, korban dilaporkan tenggelam pada Minggu, 3 Mei 2020 sekitar pukul 14.00 WIB setelah sebelumnya memancing di aliran Sungai Brantas bersama kedua kawannya. Jasad korban ditemukan pada Selasa, 5 Mei 2020. Saat ditemukan, tubuh korban membengkak dan sebagian wajahnya rusak diduga karena terbentur batu di dasar sungai.

1 dari 3 halaman

Sebelumnya Korban Mencari Ikan

ilustrasi ikan teri

©Shutterstock


Sebelumnya, pada Minggu (3/5) siang korban bersama dua rekannya, Dimas dan Firman mencari ikan di daerah aliran Sungai Brantas. Setelah mencari ikan, korban berenang bersama Firman untuk menyeberangi sungai.

Nahas, saat Firman sampai di seberang sungai, korban justru terseret arus sungai yang mengakibatkan dirinya tenggelam. Seorang pemancing lain sempat berusaha memberi pertolongan dengan menjulurkan sebilah bambu, namun tidak berhasil. Akhirnya korban dinyatakan hilang.

2 dari 3 halaman

Menyeberangi Sungai Brantas

sungai brantas

©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Menurut keterangan warga dan saksi mata, korban tenggelam ketika mencoba menyeberang Sungai Brantas. Kedalaman sungai itu hampir 10 meter dan arusnya deras.

Yordan, siswa SMK kelas X yang merupakan anak pekerja migran Indonesia di Taiwan itu sudah meninggal saat ditemukan Tim SAR.

“Jasad remaja Tuluangung itu ditemukan sekitar satu kilometer dari titik lokasi tenggelam,” ujar Dyan Susetyo Wibowo, Komandan Tim Pencarian dan Pertolongan Basarnas Pos SAR Trenggalek, seperti dilansir Antara, Selasa (5/5/2020).

3 dari 3 halaman

Tim SAR Pakai Baju Hazmat

pembuatan alat pelindung diri apd tenaga medis

©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Tim SAR yang mengevakuasi jasad korban menerapkan protokol kesehatan pandemi COVID-19, yakni dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat. Setelah dievakuasi oleh tim Basarnas, korban kemudian dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk dilakukan visum.

Komandan Tim Operasi Pencarian Basarnas Trenggalek Dyan Susetyo Wibowo mengatakan jasad korban Yordan Candra Mahardika (17) ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB pada radius 1 kilometer dari lokasi kejadian.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini