Kisah Perempuan Selamat dari Kanker, Sempat Ikhlas Terima Takdir Kematian

Rabu, 10 Agustus 2022 10:43 Reporter : Rizka Nur Laily M
Kisah Perempuan Selamat dari Kanker, Sempat Ikhlas Terima Takdir Kematian Naning Pranoto, penulis yang selamat dari kanker kandung kemih. ©2022 Merdeka.com/Instagram @naningpranoto

Merdeka.com - Vonis kanker sering dianggap sebagai tiket menuju kematian. Walaupun diobati, banyak penderita yang akhirnya meninggal dunia.

Namun, Naning Pranoto yang merupakan penulis dan aktivis sastra hijau membuktikan bahwa vonis kanker, tepatnya kanker kandung kemih, bukan akhir dari segalanya.

Selamat dari kanker kandung kemih dan bisa kembali hidup sehat membuat Naning tertarik mengabadikan perjalanan berat di hidupnya itu menjadi karya buku berjudul Berbagi Nyawa: Wake up and Smile.

2 dari 4 halaman

Sempat Terima Takdir Kematian

002 siti rutmawati

©thecripplegate.com

Di buku tersebut, Naning membagikan cerita hingga detail, termasuk saat penyakit itu menyebabkan rasa nyeri luar biasa di sekujur tubuhnya.

Bahkan, Naning juga menggambarkan dengan detail saat dia terbawa kondisi psikis siap menerima takdir kematian.

Perempuan asal Yogyakarta itu menjalani operasi yang secara medis berupa tindakan luar biasa, seperti dilansir dari Antara (9/8/2022).

Bayangkan, lima organ di bagian abdomen atau rongga perut harus dipotong. Selain itu, ia juga mengalami pembuatan lubang alternatif di salah satu bagian tubuhnya. 

Fase Putus Asa

Naning juga pernah mengalami fase putus asa, terutama saat ia menyaksikan wajahnya pucat bak mayat ketika bercermin. 

Ia pernah mengalami mimpi-mimpi aneh, seperti berjalan dengan kaki tidak menapak hingga terperosok ke jurang, bersepeda menyeberangi samudra tanpa batas, mendaki bukit cadas, melihat banjir bandang dan dia hanyut hingga dikerubuti kecoak. Saat terbangun dari mimpi-mimpi aneh itu, kepalanya selalu pusing seolah digodam dan sekujur tubuhnya seperti habis dirajam.

Selain mengalami mimpi buruk, ia menjadi lebih sering buang air kecil. Intensitasnya terus meninggi dari 30 menit sekali menjadi 10 menit sekali. Apalagi air kencingnya tidak biasa, ia mengalami kencing darah. 

3 dari 4 halaman

Perlahan Bangkit

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Gubug Hijau Rayakultura (@naningpranoto)

Semakin hari ia mendapati wajah dirinya di cermin semakin pucat. Naning mulai menjalankan resep hidup bergairah sepanjang hari dari Maggie Barnes, ibu kosnya saat menempuh studi S2 di Monash University English Language Centre Clayton Victoria pada 1995 silam.

Barnes menyarankan setiap bangun pagi langsung menatap cermin dengan wajah tersenyum. Rupanya resep itu manjur, Naning menjadi memiliki energi positif lebih banyak untuk menghadapi hidupnya. 

Di tengah masa sakitnya, Naning  lebih banyak bercengkerama dengan sastra dan menghasilkan banyak karya puisi. Permenungan menciptakan puisi turut membuat Naning menyambungkan jiwanya dengan Tuhan melalui doa-doa yang ia panjatkan. 

Titik Terendah

Suatu hari, bagian perut Naning terasa seolah-olah diiris silet. Ia kemudian berinisiatif menghubungi rumah sakit yang berlokasi di Jalan M.H. Thamrin Kavling 57 Sentul City Bogor Jawa Barat. Sesampainya di sana, dokter urologi mengatakan bahwa Naning harus menjalani operasi. Kandung kemih Naning dipotong. Selain itu, ususnya juga dipotong untuk kantong kemih buatan. 

Membayangkan sakit dan repot harus menggunakan kantong kemih buatan yang setiap beberapa jam harus diganti, terbersit dalam benak Naning untuk mengakhiri hidup dengan menabrakkan diri ke mobil di depan rumah sakit. Beruntung dokter yang menanganinya sabar dan telaten sehingga membuat Naning ikhlas menerima kenyataan. 

Saat operasi, tidak hanya kandung kemih yang dipotong, tetapi juga rahim, satu indung telur, usus buntu, dan usus halus. Sekali angkat, lima organ tubuh dibuang dari perutnya.

4 dari 4 halaman

Berhasil Lewati Masa Sulit

naning pranoto penulis yang selamat dari kanker kandung kemih

©2022 Merdeka.com/Instagram @naningpranoto

Masa-masa sulit sudah terlewati. Kini, pendiri Naning Pranoto Creative Writing Corner (NPCWC) sudah bisa beraktivitas seperti seperti sedia kala, meskipun dengan kondisi lebih terbatas.

Dokter Prang yang mengambil pendidikan spesialis di Universitas Airlangga Kota Surabaya yang menangani Naning sepakat bahwa pola hidup sehat dan kuatnya mental pasien sangat membantu upaya penyembuhan, khususnya pascaoperasi.

Dia mengakui bahwa pola hidup sehat dengan vegetarian sangat membantu Naning cepat sembuh dari luka-luka bekas operasi.

Adapun cerita Naning dalam buku yang ditulisnya sangat menginspirasi. Seberat apapun penyakit yang diderita seseorang, selalu ada harapan jika ditunjang dengan pola hidup sehat dan mental kuat. 

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini