Kisah Lansia Sebatang Kara di Trenggalek, Sakit Asma hingga Tak Punya Penghasilan

Jumat, 1 Juli 2022 09:08 Reporter : Rizka Nur Laily M
Kisah Lansia Sebatang Kara di Trenggalek, Sakit Asma hingga Tak Punya Penghasilan Ilustrasi asma. ©2022 Merdeka.com/Freepik

Merdeka.com - Sudah hampir sebulan, Painah, lansia berusia 78 tahun di Kabupaten Trenggalek, tak memiliki penghasilan karena tak kuat bekerja. Penyakit asma yang dideritanya kambuh, sedangkan dia tidak memiliki obat.

Kisah pilu Painah itu sampai ke telingan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Trenggalek, Sandi bertamu ke rumah nenek Painah.

"Teman-teman tim bilang ada warga sedang sakit asma dan tidak bisa bekerja selama satu bulan, sehingga tidak punya penghasilan. Makanya, saya minta untuk dikirimin bantuan berupa sembako dan obat-obatan," tutur Sandi kepada nenek Painah, Kamis (30/6/2022).

2 dari 4 halaman

Terharu

 Nenek Painah pun terharu mendengar ungkapan empati yang disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno. Apalagi sudah hampir satu bulan dia tidak bisa bekerja karena asmanya kambuh. 

Sehari-hari, nenek Painah bekerja sebagai pengumpul barang bekas di sekitar rumahnya, termasuk area wisata. 

Dia biasanya membeli barang rongsokan dari para tetangga dengan harga Rp2 ribu per kilogram. Barang-barang tersebut kemudian ia jual kembali ke pengepul rongsok. 

3 dari 4 halaman

Beri Alat Uap

ilustrasi asma
©2022 Merdeka.com/Freepik

Saat bertamu ke rumah nenek Painah yang sederhana, Sandiaga berbincang santai dengan tuan rumah. 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan alat uap baru beserta sembako dan stok obat cair kepada Painah. Menparekraf berharap bantuan tersebut bisa meringankan kondisi sang nenek. 

"Saya instruksikan tim segera mencari obatnya sekaligus menyetok supaya ibu punya persediaan obat. Saya ingin semua yang berkaitan dengan kebutuhan ibu dipantau tim," ujarnya, dikutip dari Antara. 

4 dari 4 halaman

Wisata Desa Unggulan Trenggalek

 

Sebagai informasi, kedatangan Sandiaga Uno terkait program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Desa Wisata Pandean Kabupaten Trenggalek terpilih dalam 50 besar desa/kampung wisata terbaik.

Desa ini menawarkan wisata arung jeram di aliran Sungai Brantas. Ada pula wisata taman Watu Kandang hingga rumah singgah yang menawarkan konsep "outdoor camping" di pinggir aliran sungai.

Di desa wisata ini, para pengunjung juga bisa mencicipi beragam kuliner khas Trenggalek seperti  nasi tiwul, manco wijen, hingga kripik alen-alen.

Ada pula produk UMKM fesyen dan kerajinan tangan, seperti batik khas Trenggalek, tas anyaman bambu, dan gelas bambu. 

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini