Kasus Positif Corona di Jawa Timur Bertambah, Ini 3 Fakta Terbarunya

Kamis, 19 Maret 2020 13:13 Reporter : Rizka Nur Laily M
Kasus Positif Corona di Jawa Timur Bertambah, Ini 3 Fakta Terbarunya Instagram @infojatim. ©2020 Merdeka.com/Instagram @infojatim

Merdeka.com - Setelah penemuan 6 kasus positif corona melalui penelitian di Tropical Diseases Center (TDC) Rumah Sakit Unair Surabaya, kasus positif corona di Jawa Timur bertambah lagi. Dikutip Merdeka dari laman resmi Humas Jawa Timur, birohumas.jatimprov.go.id, per Rabu (18/3) total kasus positif corona di Jawa Timur berjumlah 8 orang.

Dua kasus tambahan diketahui dari hasil pemeriksaan di Balitbangkes Kemenkes RI di Jakarta. Dua pasien positif corona yang diumumkan belakangan berada di Malang. Sementara itu, enam pasien positif corona berdasar hasil temuan TDC RS Unair dirawat di rumah sakit di Surabaya.

1 dari 3 halaman

Data Terbaru Kasus Corona di Jawa Timur

instagram infojatim

2020 Merdeka.com/Instagram @infojatim

Sebagaimana dikutip Merdeka dari birohumas.jatimprov.go.id, per Rabu (18/3) siang jumlah kasus positif corona di Jawa Timur ada 8 orang. Jumlah pasien dalam perawatan (PDP) sebanyak 11 orang. Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (PDP) mencapai 29 orang.

Kasus positif corona pertama di Jawa Timur diketahui dari penelitian swab sejumlah pasien di rumah sakit Surabaya yang diuji di Tropical Diseases Center (TDC) RS Universitas Airlangga. Pengujian sampel itu dilakukan sejak Jumat (13/3) sampai Senin (16/3).

Sementara itu, dua kasus positif COVID-19 hasil spesimennya dites di Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI. Dua kasus yang ditemukan Balitbangkes berasal dari Malang.

2 dari 3 halaman

Satu Korban Meninggal

korban

2016 Merdeka.com

Salah satu dari dua pasien positif corona dari Malang dinyatakan meninggal dunia sebelum hasil tes dari laboratorium Balitbangkes Kemenkes keluar. Pasien positif corona yang meninggal mengidap penyakit penyerta berupa diabetes mellitus dan gangguan pada jantung.

Terkait dengan kasus positif corona yang belakangan diumumkan, Pemprov Jawa Timur melakukan tracking mulai Rabu (18/3) kemarin. Pemprov juga sudah membuat surat edaran ke Puskesmas, Pustu, Ponkesdes, Polindes untuk membuka posko siaga.

Hal ini dimaksudkan supaya memudahkan masyarakat ketika hendak mengonfirmasi kepada petugas kesehatan apabila mengidap batuk, flu, dan demam.

3 dari 3 halaman

Tutup Tempat Hiburan Malam

razia tempat hiburan malam

2018 Merdeka.com/Imam Mubarok

Dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu (18/3), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil sejumlah keputusan taktis terkait dengan mewabahnya corona. Khofifah mengimbau seluruh kepala daerah dan pelaku industri untuk membatasi jam operasional hingga menutup tempat hiburan malam di Jawa Timur.

Pemerintah kabupaten dan Pemerintah kota diharapkan segera melakukan pembatasan operasional di bidang usaha pariwisata. Lebih khusus untuk usaha hiburan malam. Alasannya, tempat hiburan malam banyak dihadiri kalangan masyarakat.

Pembatasan jam operasional atau penutupan tempat hiburan malam tidak bisa dilakukan sepihak. Melainkan perlu koordinasi dengan para pelaku usaha terkait. Penutupan tempat hiburan malam bertujuan untuk memperkecil potensi penyebaran virus corona di tempat publik.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini