Jenis Kata dalam Bahasa Indonesia dan Penjelasannya yang Wajib Diketahui

Rabu, 3 Juni 2020 19:10 Reporter : Edelweis Lararenjana
Jenis Kata dalam Bahasa Indonesia dan Penjelasannya yang Wajib Diketahui Ilustrasi buku. ©2019 Merdeka.com/Pexels

Merdeka.com - Kata merupakan unsur utama dalam membentuk kalimat. Selain bentuk dasarnya, kata juga dapat dibentuk melalui proses morfologis, yaitu afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (perulangan), dan komposisi (penggambungan) untuk menyampaikan maksud yang terkandung di dalam kalimat. Dalam kalimat, kata memiliki kedudukan atau jabatan seperti subjek, predikat, objek, dan keterangan.

Dalam kaitannya dengan jabatan di dalam kalimat dan hubungannya dengan fungsi serta makna yang ditunjukkannya, kata dikategorikan ke dalam kelas kata. Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa.

Baca juga:kata hubung

Berdasarkan bentuknya, kata dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi empat, yaitu kata dasar yang biasanya terdiri dari morfem dasar, kata berimbuhan, kata ulang, dan kata majemuk.

Berdasarkan kesamaan bentuk, fungsi dan makna dalam tata kalimat bahasa Indonesia, kata dapat dikelompokkan menjadi sepuluh jenis yaitu nomina/kata benda, verba/kata kerja, adjectiva/kata sifat, pronomina/kata ganti, numeralia/kata bilangan, adverbia/kata keterangan, konjungsi/kata sambung, preposisi/kata depan, artikula/kata sandang, dan interjeksi/kata seru.

Berikut penjelasan lengkap mengenai jenis kata dalam bahasa Indonesia yang wajib Anda ketahui.

2 dari 11 halaman

1. Nomina (Kata Benda)

Jenis kata dalam bahasa Indonesia yang pertama adalah kata benda atau nomina. Nomina adalah nama dari semua benda dan segala sesuatu yang dibendakan, dan menurut wujudnya dapat dibedakan menjadi :

a. Kata benda kongkret, yaitu nama dari benda-benda yang dapat ditangkap oleh pancaindra, misalnya rumah, batu, binatang, tanah, api, pemukul, panah.

b. Kata benda abstrak, yaitu nama-nama benda yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindra, misalnya keagungan, kehinaan, kebesaran, kekuatan, kemanusiaan, pencucian, pencurian.

Ciri-ciri kata benda adalah semua kata yang dapat diterangkan atau diperluas dengan menambahkan yang+ kata sifat atau yang sangat + kata sifat dibelakang kata tersebut. Misalnya: rumah yang besar, batu yang keras.

3 dari 11 halaman

2. Verba (Kata Kerja)

Jenis kata dalam bahasa Indonesia yang kedua adalah kata kerja atau verba. Verba atau kata kerja merupakan kata-kata yang menyatakan suatu perbuatan atau tindakan, proses, gerak, keadaan atau terjadinya sesuatu. Verba menduduki fungsi sebagai predikat dalam kalimat.

Ciri-ciri kata kerja dalam bahasa Indonesia adalah kata tersebut dapat diperluas dengan kelompok kata dengan + kata sifat atau dengan + kata benda. Misalnya: berjalan dengan cepat, berbicara dengan dosen.

Berdasarkan fungsinya dalam kalimat, yaitu sebagai predikat, kata kerja dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

a. Kata kerja penuh, yaitu kata kerja yang langsung berfungsi sebagai predikat tanpa bantuan kata-kata lain.

b. Kata kerja bantu, yaitu suatu kata yang memiliki fungsi khusus kata kerja utama.

Ada tiga jenis kata kerja bantu, yaitu;

  1. kata kerja bantu yang menyatakan keharusan: harus, mesti, perlu. Contoh dalam kalimat: Saya harus belajar sekarang. Ayah perlu menghubungi pimpinannya. 
  2. kata kerja bantu yang menyatakan kemampuan: sanggup, mampu, boleh, bisa dan dapat , yang posisinya sebelum kata kerja utama. Contoh dalam kalimat: Mahasiswa boleh pulang sesudah menyelesaikan tugas itu. Ia sanggup menghubungi polisi.
  3. kata kerja bantu yang menyatakan keinginan: ingin, hendak, mau dan suka yang dapat langsung diikuti dengan kata kerja penuh, kata benda atau kata sifat. Misalnya: Ayah ingin membeli sebuah rumah. Ibu hendak pergi ke Jakarta. Kakak ingin kurus agar kelihatan lebih menarik.
4 dari 11 halaman

3. Adjektiva (Kata Sifat)

Jenis kata dalam bahasa Indonesia yang ketiga adalah kata sifat atau adjektiva. Kata-kata yang dapat diikuti dengan kata keterangan sekali serta dapat dibentuk menjadi kata ulang berimbuhan gabung se-nya disebut kata sifat, contoh: indah (indah sekali, seindah-indahnya). Pada tingkat frase, letak kata sifat adalah di belakang kata benda yang disifatinya, misalnya: rumah besar, pemandangan indah, meja kecil.

Secara umum, adjektiva adalah kata yang menyatakan sifat, keadaan, watak seseorang, binatang atau benda. Dalam sebuah kalimat, adjektiva berfungsi sebagai penjelas subjek, predikat dan objek.

Ciri-ciri kata sifat: (1) dapat diberi keterangan pembanding lebih, kurang, dan paling, (2) dapat diberi keterangan penguat, seperti sangat, amat, benar, dan sekali, (3) umumnya dapat diingkari dengan kata ingkar tidak.

5 dari 11 halaman

4. Adverbia (Kata Keterangan)

Jenis kata dalam bahasa Indonesia yang keempat adalah kata keterangan atau adverbia. Adverbia (kata keterangan) adalah kata yang menerangkan predikat (verba) suatu kalimat. Ada beberapa jenis adverbia (kata keterangan) dalam bahasa Indonesia, yaitu :

a) Adverbial kuantitatif: menggambarkan makna yang berhubungan dengan jumlah. Misalnya: banyak, sedikit, cukup, dan kira-kira.

b) Adverbial limitative: menggambarkan makna yang berhubungan dengan pembatasan. Misalnya: hanya, saja, dan sekedar.

c) Adverbial frekuentif: menggambarkan makna yang berhubungandengan tingkat keseringan terjadinya sesuatu. Misalnya: selalu, sering, jarang, dan kadang-kadang

d) Adverbial kewaktuan: menggambarkan makna yang berhubungan dengan waktu terjadinya suatu peristiwa. Misalnya: baru dan segera.

e) Adverbial kontrastif: menggambarkan pertentangan makna kata atau hal yang dinyatakan sebelumnya. Misalnya: bahkan, malahan, dan justru.

f) Adverbial keniscayaan: menggambarkan makna yang berhubungan dengan kepastian terjadinya suatu peristiwa. Misalnya: pasti dan tentu.

6 dari 11 halaman

5. Pronomina (Kata Ganti)

Jenis kata dalam bahasa Indonesia yang kelima adalah kata ganti atau pronomina. Kata ganti (pronominal) adalah kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina lain dalam struktur kalimat. Ada tiga macam pronominal dalam bahasa Indonesia, yaitu (a) pronominal persona, (b) pronominal penunjuk, dan (c) pronominal penanya.

Pronominal pesona adalah pronominal yang dipakai untuk mengacu pada orang. Pronominal pesona dapat mengacu pada diri sendiri(pronominal pesona pertama), mengacu pada orang yang diajak bicara(pronominal persona kedua), atau mengacu pada orang yang diajak bicara (pronominal persona ketiga).

Selanjutnya, pronominal dapat mengacu pada jumlah satu (pronominal tunggal) atau jumlah yang banyak (pronominal jamak). Berikut ini deskripsi pronominal persona dalam bahasa Indonesia.

Pronominal penunjuk adalah pronominal yang menyatakan atau mengacu pada nomina lainnya dalam kalimat. Dalam bahasa Indonesia ada dua macam pronominall penunjuk, yaitu penunjuk umum dan penunjuk tempat.

Pronominal penanya adalah pronominal yang dipakai sebagai pertanyaan. Dari segi maknanya, yang ditanyakan dapat berkaitan dengan orang, barang atau pilihan.

7 dari 11 halaman

6. Numeralia (Kata Bilangan)

Jenis kata dalam bahasa Indonesia yang keenam adalah kata bilangan atau numeralia. Kata bilangan adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya sesuatu hal yang kongkret (orang, binatang, atau barang) dan konsep.

Dalam Bahasa Indonesia ada dua macam numeralia, yaitu numeralia pokok dan numeralia tingkat. Numeralia pokok merupakan jawaban atas pertanyaan “Berapa?”, sedangkan numeralia tingkat merupakan jawaban dari pertanyaan “Yang keberapa?”.

Numeralia pokok dapat diubah menjadi numeralia tingkat. Cara mengubahnya adalah dengan menambahkan ke- di depan bilangan yang bersangkutan. Khusus untuk bilang satu juga dipakai istilah pertama. Contoh: kesatu (pertama), kedua, kelima, kesepuluh, dan seterusnya. Numeralia tingkat penulisannya diletakkan di belakang nomina yang diterangkan. Contoh: pemain ketiga, anak kelima, juara pertama, masalah kedua.

Numeralia pokok juga dapat diubah menjadi numeralia pecahan. Cara membentuk numeralia pecahan yaitu dengan memakai kata per- di antara bilangan pembagi dan penyebut. Dalam bentuk angka, cipakai garis pemisah kedua bilangan.

8 dari 11 halaman

7. Konjungsi (Kata Sambung)

Jenis kata dalam bahasa Indonesia yang ke tujuh adalah kata sambung atau konjungsi. Konjungsi (kata sambung) adalah kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat. Berikut ini deskripsi kata hubung dan contohnya;

a) Konjungtor koordinatif: dan, serta, tetapi, atau, sedangkan, melainkan.

b) Konjungtor korelatif: baik…maupun; tidak hanya…tetapi juga; demikian…sehingga; sedemikian rupa…sehingga

c) Konjungtor subordinatif: sejak, semenjak, sedari, jika, bila agar, seakan-akan, sebab, sehingga, dengan, bahwa

d) Konjungtor antar kalimat: biarpun demikian, sekalipun demikian, sungguhpun demikian, sebaliknya, tetapi, sebelum itu, selanjutnya.

9 dari 11 halaman

8. Preposisi (Kata Depan)

Jenis kata dalam bahasa Indonesia yang ke delapan adalah kata depan atau preposisi. Preposisi atau kata depan adalah kata yang selalu berada di depan kata benda, kata sifat, atau kata kerja. Kata depan menunjukkan berbagai hubungan makna antara kata sebelum dan sesudah preposisi. Berikut ini deskripsi preposisi dan contohnya:

a) Preposisi berupa kata dasar: akan, bagi, demi, dengan, kecuali, pada, oleh, untuk.

b) Preposisi berupa kata beerafiks: bersama, menjelang, menurut, menuju, terhadap.

c) Preposisi yang berdampingan: daripada, oleh karena, sampai ke, sampai dengan selain itu.

d) Preposisi berkorelasi: antara … dan …; dari … ke …; dari … sampai …; dari … sampai dengan …; sejak … sampai …

e) Preposisi dan nomina lokatif: di atas meja, ke dalam rumah, dari sekitar kampus.

10 dari 11 halaman

9. Artikula (Kata Sandang)

Jenis kata dalam bahasa Indonesia yang ke sembilan adalah kata sandang atau artikula. Kata sandang (artikula) adalah kata tugas yang membatasi makna nomina. Dalam bahasa Indonesia ada tiga jenis artikula, yaitu (a) artikula yang bersifat gelar, (b) artikula yang mengacu pada makna kelompok, dan (c) artikula yang menominalkan.

Artikula yang mengacu pada makna kelompok atau makna kolektif dalam bahasa Indonesia yaitu penggunaan kata para. Dalam hal ini, kata para merupakan kata yang bermakna jamak, sehingga nomina yang dijelaskan tidak boleh berbentuk kata ulang. Misalnya, untuk menyatakan kelompok mahasiswa sebagai kesatuan yang dipakai adalah para mahasiswa bukan para mahasiswa-mahasiswa.

Artikula yang menominalkan dalam bahasa Indonesia adalah penggunaaan kata si. Artikula si yang dapat menominalkan mengacu ke makna tunggal dan umum (generic) bergantung pada konteks kalimat. Artikula si dipakai untuk mengiringi nama orang dan dalam bahasa Indonesia nonformal digunakan untuk mengiringi pronominal dia.

11 dari 11 halaman

10. Interjeksi (Kata Seru)

Jenis kata dalam bahasa Indonesia yang ke sepuluh adalah kata seru atau interjeksi. Kata seru (interjeksi) adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa hari pembicara. Untuk memperkuat ungkapan rasa hari seperti kagum, sedih, dan heran, orang mamakai kata tertentu di samping kalimat yang mengandung makna pokok tersebut.

Di samping interjeksi asli, dalam bahasa Indonesia ada pula interjeksi yang berasal dari bahasa asing.

Berikut ini jenis-jenis interjeksi dan contohnya:

a) Interjeksi kekesalan: sialan, busyet, keparat

b) Interjeksi kekaguman: aduhai, asyik, amboi

c) Interjeksi kesyukuran: syukur, alhamdulilah

d) Interjeksi harapan: insya Allah, semoga

e) Interjeksi keheranan: aduh, aih, ai, lo, eh

f) Interjeksi kekagetan: astaga, masyaallah

g) Interjeksi ajakan: ayo, mari

h) Interjeksi panggilan: hai, he, halo

i) Interjeksi simpulan: nah

[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini