Jadi WNI Pertama yang Kerja di Tesla Jerman, Kevin Nizam Ceritakan Perjuangannya

Selasa, 24 Mei 2022 07:20 Reporter : Rizka Nur Laily M
Jadi WNI Pertama yang Kerja di Tesla Jerman, Kevin Nizam Ceritakan Perjuangannya Kevin Nizam Nabila, WNI pertama yang kerja di Tesla Jerman. ©2022 Merdeka.com/Instagram @wisatajember_

Merdeka.com - Kevin Nizam Nabila (25), pemuda asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi warga negara Indonesia (WNI) pertama yang bekerja di perusahaan perakitan mobil Tesla milik Elon Musk.

Pemuda kelahiran tahun 1997 itu diketahui melamar kerja di Tesla Jerman pada 2021 silam.

Saat itu, Tesla belum rampung mengurus perizinan operasi ke Pemerintah Jerman.
Selanjutnya, ia mulai bekerja di Tesla per 16 Mei 2022 dan menjabat sebagai junior production engineer.

2 dari 4 halaman

Bangga

Pemuda yang menamatkan pendidikan sarjana di Technical University Brandenburg Jerman itu bertugas dalam manufaktur serta mengoperasikan robot produksi untuk menjaga kualitas produksi Tesla model Y.

“Bangga bisa menjadi pegawai Tesla apalagi baru Kevin orang Indonesia pertama di sini," tutur Kevin, dikutip dari akun Instagram @wisatajember_

Ia pun menjelaskan bagaimana proses rekrutmen pegawai di Tesla milik Elon Musk itu. Lulus pendidikan sarjana pada Juni 2021, Kevin mengirim lamaran ke Tesla. Tidak hanya itu, ia juga menulis esai sesuai posisi yang hendak dilamarnya.

Pada bulan September 2021, ia pun mendapat undangan wawancara kerja. Lalu disambung dengan tahap seleksi tes dasar elektro dan produksi mobil.

3 dari 4 halaman

Pengalaman

Kevin mengaku dapat melalui serangkaian seleksi masuk Tesla karena pengalaman sebelumnya. 

“Saya dapat melaluinya dengan baik karena memiliki pengalaman magang sebelum masuk kuliah, di Mercedes Benz di kota Rastatt, Jerman," ungkapnya.

Ia menempuh pendidikan sarjana di Technical University Brandenburg Jerman pada 2017 hingga 2021. Di sana, Kevin mengambil spesialisasi teknik elektro dan manajemen. 

Kini, selain bekerja di Tesla, Kevin juga disibukkan dengan aktivitasnya menjadi mahasiswa master di University of Applied Science Brandenburg.

4 dari 4 halaman

Ingin Pulang ke Indonesia

mobil listrik hyundai ioniq 5 made in indonesia
©2022 Merdeka.com

Mahasiswa yang aktif dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) itu berharap bisa kembali ke Tanah Air, terutama setelah ia menjadi ahli di Tesla. 

“Saya akan mencoba mengambil program lanjutan dari perusahaan untuk menjadi tenaga ahli di bidang baterai mobil listrik," paparnya.

Dirinya berharap, teknologi di Indonesia berkolaborasi dengan banyak perusahaan luar negeri dan para tenaga ahli. Hal ini bertujuan sebagai bagian dari integrasi dan modernisasi industri teknologi di Indonesia. 

“Serta menambahkan anggaran lebih untuk melakukan riset di bidang teknologi," tandas Kevin. [rka]

Baca juga:
Gadis Sukses Jualan Seblak Rp4,5 Juta/Hari, Ada yang Iri Lalu Diteror Kotoran Manusia
Berani Berubah: Perubahan Proses Kelola, Berimbas Kemakmuran Bagi Petani Kopi
Hormat Komando Kakak Beradik TNI-Polri, Ini Kunci Kekompakan dan Kesuksesannya
Lesehan di Depan Jeruji Besi, Kapolres Ini Nasihati Para Tahanan, Aksinya Disorot
OJT Taruna Akmil ke Markasnya Mayjen Kunto, Sosok Enzo Zenz Allie Curi Perhatian
Potret Lawas Ibu Kombes Cantik Ikut Parade Surya Senja, Berprestasi dari Dulu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini