Holywings Surabaya Tak Bisa Buka Jika Tidak Perbarui Izin, Pemkot Ambil Langkah Tegas

Jumat, 1 Juli 2022 12:32 Reporter : Rizka Nur Laily M
Holywings Surabaya Tak Bisa Buka Jika Tidak Perbarui Izin, Pemkot Ambil Langkah Tegas Holywings Surabaya. ©2022 Merdeka.com/Google Image David Widi

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, Satpol PP Kota Surabaya, Jawa Timur, menyegel rumah makan sekaligus tempat hiburan Holywings bersamaan dengan kasus dugaan penistaan agama dalam salah satu promosinya.

Menindaklanjuti penyegelan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan, Holywings tidak bisa beroperasi lagi di Kota Pahlawan jika tidak memperbarui izin.

"Pemkot Surabaya mengeluarkan izin sesuai dengan aturan yakni hanya rumah makan. Tidak boleh bar, karena (izin bar) itu bukan kewenangan pemkot," tutur Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat (1/7/2022).

2 dari 3 halaman

Harus Perbarui Izin

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, pemkot hanya memiliki kewenangan memberikan izin operasional usaha rumah makan. Sedangkan untuk bar, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, izin operasinya dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Ke depan jika kasus Holywings tuntas dan ingin beroperasi kembali di Surabaya, kata dia, maka pihak manajemen harus memperbarui izin operasional, baik izin untuk usaha rumah makan maupun bar atau diskotek. 

Eri menyebutkan, sebelumnya, Holywings di Surabaya mengajukan izin rumah makan dan bar ke Pemkot setempat pada 2017 silam. Namun, seiring terbitnya PP Nomor 5 Tahun 2021, izin operasional usaha bar atau diskotek menjadi kewenangan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur. 

"Kalau itu (izinnya) pemprov, kalau berat Pemerintah Pusat. Holywings belum perpanjang atau perbarui. Maka di situ saya bekukan izinnya," ungkap Wali Kota Eri, dikutip dari Antara.

3 dari 3 halaman

Tunggu Kasus Tuntas

007 hikmah wilda amalia
©2015 Merdeka.com

Pemkot Surabaya membekukan izin operasional Holywings di kota setempat lantaran saat dilakukan pengecekan, usaha tersebut belum memperbarui izinnya. Pembekuan izin operasional Holywings dilakukan hingga kasus dugaan penistaan agama yang menjeratnya tuntas serta operasionalnya sesuai perizinan yang dikantongi.

"Kalau tidak bisa memenuhi aturan itu, berarti akan kami tutup terus sampai mengeluarkan izin. Tapi kalau ganti nama terus hanya dibuat rumah makan, pemkot yang keluarkan (izin)," jelas mantan kepala Bapeko Surabaya itu. 

Sebelumnya, Satpol PP Kota Surabaya menyegel tiga gerai tempat hiburan malam Holywings di Surabaya pada Selasa (28/6) karena melanggar Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Ketertiban Umum.

Ketiga gerai Holywings yang disegel berada di Jalan Basuki Rahmad, Raya Kertajaya, dan Boulevard Graha Family Kota Surabaya.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini