Hasil Tes Cepat "Positif" Belum Tentu Terinfeksi COVID-19, Ini Faktanya

Rabu, 1 April 2020 12:59 Reporter : Rizka Nur Laily M
Hasil Tes Cepat Alat Tes Cepat Corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Mulai Minggu (29/3), tes cepat untuk mendeteksi COVID-19 dilakukan di Jawa Timur. Sebanyak 49 orang berstatus positif dari hasil tes menggunakan alat tes cepat atau rapid test.

Dikutip dari Antara, hasil konfirmasi positif melalui alat tes cepat belum bisa diartikan seseorang positif terjangkit COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah meminta Tim Gugus Tugas COVID-19 Jawa Timur untuk segera melakukan tes lanjutan kepada 49 orang tersebut. Hasil dari tes lanjutan inilah yang akan berfungsi untuk mengetahui apakah seseorang positif mengidap COVID-19 atau tidak.

1 dari 3 halaman

Belum Tentu Positif COVID-19

alat tes cepat corona

2020 Merdeka.com/liputan6.com

Dikutip dari Antara (01/4), sejak alat tes cepat didistribusikan ke rumah sakit dan pemerintah daerah di seluruh Jawa Timur, sudah dilakukan 2.020 kali tes. Dari jumlah tersebut, diketahui 49 orang berstatus positif menurut hasil tes melalui alat tes cepat atau rapid test.

Kendati demikian, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta kepada Tim Gugus Tugas COVID-19 Jatim untuk melakukan tes lanjutan. Tes yang dimaksud ialah tes dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) berupa swab.

Lantaran hasil tes menggunakan alat cepat dinilai belum bisa dijadikan patokan bahwa seseorang positif mengidap COVID-19. Tes dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) berupa swab berguna untuk memperoleh presisi yang baik berkenaan dengan COVID-19.

2 dari 3 halaman

Biaya Pemeriksaan Ditanggung Pemerintah

ilustrasi rumah sakit

Shutterstock/sfam_photo

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga menjelaskan skema pembiayaan tes COVID-19. Seluruh masyarakat Jawa Timur yang dinyatakan positif dari hasil tes cepat akan mengikuti tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Apabila hasil tes PCR negatif, maka biaya pemeriksaan akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Sebaliknya, apabila hasil tes PCR dinyatakan positif, maka pembiayaan pemeriksaan dan perawatan medis menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat.

3 dari 3 halaman

Data Terbaru Kasus COVID-19 di Jawa Timur

corona di jatim

2020 Merdeka.com/instagram @jatimpemprov

Dilansir dari instagram resmi Pemprov Jatim @jatimpemrov, per Selasa (31/3) pukul 18.00 WIB, ada 93 orang yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19. Dari jumlah itu, 17 orang dinyatakan sudah sembuh. Sementara sebanyak 8 orang meninggal dunia.

Kasus positif COVID-19 di Jawa Timur tersebar di beberapa daerah. Di Surabaya ada 41 orang, Sidoarjo (10), Magetan (9), Kabupaten Malang (5), Situbondo (5), Kota Malang (4), Lumajang (3), Gresik (3), Kabupaten Kediri (2), Jember (2), Kota Batu (1), Kota Blitar (1), Kabupaten Blitar (1), Kota Kediri (1), Tulungagung (1), Banyuwangi (1), Pamekasan (1), Jombang (1), dan Kabupaten Madiun (1).

Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Jawa Timur ada 420 orang. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 6.565 orang. Jumlah ini meningkat dari dua hari sebelumnya.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini