Dampak Erupsi dan Awan Panas Semeru, Jembatan Hancur Rumah Warga Tertutup Abu

Selasa, 6 Desember 2022 08:16 Reporter : Rizka Nur Laily M
Dampak Erupsi dan Awan Panas Semeru, Jembatan Hancur Rumah Warga Tertutup Abu Erupsi Semeru pada Minggu 4 Desember 2022. ©2022 Merdeka.com/Instagram @malangraya_info

Merdeka.com - Erupsi dan awan panas guguran Gunung Semeru menyebabkan akses jalan dari Kabupaten Lumajang menuju Malang atau sebaliknya tak bisa dilewati. Untuk sementara, jalur penghubung kedua daerah itu dialihkan melalui Kabupaten Probolinggo.

"Saya ingin menyampaikan masyarakat Lumajang dan masyarakat Malang termasuk warga di Kecamatan Pronojiwo yang akan ke Lumajang, sementara lewat Probolinggo sampai kondisi aman dan memungkinkan untuk bisa dilewati," imbau Khofifah saat meninjau erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Senin (5/11/2022).

Akses jalan menuju Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang melalui jembatan Gladak Perak belum bisa dilewati karena bangunan jembatan ambrol. Sedangkan jembatan Kajar Kuning yang diresmikan tiga bulan lalu dipenuhi tumpukan awan panas guguran (APG).

2 dari 3 halaman

Lokasi Terdampak Erupsi

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu mengungkapkan, saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memetakan lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru.

"Kami berkoordinasi dengan Bapak Bupati Lumajang terkait titik-titik mana Pemprov akan turun untuk mendukung,” ujarnya dikutip dari Antara.

Pemprov Jatim akan memberikan bantuan kepada masyarakat Kecamatan Pronojiwo karena jembatan yang menjadi akses utama mereka belum memungkinkan untuk dilewati.

3 dari 3 halaman

Jembatan Hancur, Rumah Tertutup Abu

Data BPBD Lumajang menyebutkan bahwa jembatan tersebut ambrol karena terjangan banjir material panas dari APG Gunung Semeru. Selain menyebabkan jembatan ambrol, APG Gunung Semeru juga menyebabkan sebagian rumah warga dan persawahan tertutup abu.

Beruntung, hingga berita ini ditulis tidak ditemukan korban jiwa dari ambrolnya jembatan Gladak Perak di Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang itu.

Saat mengunjungi pengungsi di Balai Desa Penanggal, Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan untuk korban bencana kepada Bupati Lumajang. Bantuan tersebut terdiri dari beras, mi instan, minyak goreng, masker kain anak, masker kain dan masker medis, selimut, kasur lipat, bantal, pakaian, air mineral, sabun detergen, sabun mandi, sarden, gula, dan terpal.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini