Corona Merebak, Sejumlah Warga yang Ikut Melasti Dibatasi

Kamis, 26 Maret 2020 07:45 Reporter : Vinna Wardhani
Corona Merebak, Sejumlah Warga yang Ikut Melasti Dibatasi melasti. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Perayaan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942 terasa berbeda. Merebaknya virus Corona di Indonesia menyebabkan beberapa kegiatan beribadah harus disesuaikan. Hal ini terlihat dari tidak adanya pawai ogoh-ogoh dan pembatasan jumlah warga yang mengikuti upacara Melasti di Bali.

1 dari 2 halaman

Pawai Ogoh-Ogoh Dilarang

di lapas kerobokan bali

2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Melansir dari BBC, pawai ogoh-ogoh dilarang sesuai dengan imbauan Gubernur Bali I Wayan Koster pada hari Jumat (20/3). Pawai ogoh-ogoh ini sengaja ditiadakan untuk menghindari kerumunan warga.

Selain meniadakan pawai ogoh-ogoh, I Wayan Koster juga mengimbau agar prosesi upacara Melasti hanya diikuti maksimal 25 orang. Lagi-lagi hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan serta mengantisipasi persebaran virus Corona.

Padahal pada ritual keagamaan, pawai ogoh-ogoh dan upacara Melasti biasanya dihadiri oleh banyak warga. Pelarangan pawai ogoh-ogoh dan pembatasan jumlah peserta Melasti itu keluar setelah gubernur Bali membuat surat edaran bersama dengan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali dan Majelis Desa Adat.

2 dari 2 halaman

Jumlah Warga dalam Upacara Melasti Dibatasi

di pura segara

2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Pembatasan jumlah warga dan pelarangan pawai ogoh-ogoh juga dijelaskan oleh Ketua PHDI Bali, IGN Sudiana. Dilansir dari nusabali.com, surat edaran dikeluarkan bersama Pemerintah Provinsi Bali dengan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Selasa (17/3).

"Melihat situasi dan kondisi saat ini, serta arahan Presiden dan Pemprov Bali, kami mengharapkan desa adat yang akan melaksanakan upacara melasti, Tawur Agung Kasanga, maupun pangerupukan Nyepi, hingga pengarakan ogoh-ogoh, supaya pesertanya dibatasi. Bagi umat yang sakit atau merasa kurang sehat, jangan memaksakan diri ikut rangkaian upacara," ujar Ketua PHDI Bali, IGN Sudiana.

Selain Melasti, PDHI Bali juga menggelar upacara Pamelepeh Jagat sebagai upaya menyikapi penyebaran Covid-19. Ritual ini dilaksanakan untuk memohon keteduhan Bumi serta menghilangkan wabah yang tengah menyebar.

[vna]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini