Berujung Miris, Begini Kronologi Perampokan oleh Pasutri Pembantu Rumah Tangga

Sabtu, 1 Agustus 2020 06:45 Reporter : Rizka Nur Laily M
Berujung Miris, Begini Kronologi Perampokan oleh Pasutri Pembantu Rumah Tangga Mobil Korban Pencurian di Samarinda. ©2020 Merdeka.com/Saud Rosadi

Merdeka.com - Pasangan suami istri (pasutri) pembantu rumah tangga melakukan aksi perampokan di rumah majikan, hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Kepala Kepolisian Resor Kota Sidoarjo Kombespol Sumardji menyatakan, korban meninggal dunia adalah seorang perempuan bernama Magdalena Tienharus. Pernyataan itu disampaikan di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (30/7).

Atas kejadian itu, Jajaran Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Jawa Timur menangkap pasutri berinisial H dan SS. Dikutip dari Liputan6.com Jumat (31/7), kedua pelaku perampokan tak lain adalah pekerja rumah tangga di rumah Magdalena.

1 dari 3 halaman

Kronologi Kejadian

dan pembunuhan

©2016 Merdeka.com

Menurut keterangan Kombespol Sumardji, Magdalena ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya di kawasan Brigjen Katamso, Waru, Sidoarjo pada Jumat (24/7). Korban ditemukan bersimbah darah dengan luka tusukan di punggung dan kepala, seperti dikutip dari Antara.

"Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan mengarah pada pelaku hingga melakukan pengejaran ke Pulau Bali,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan dari pelaku, kejadian bermula saat pelaku hendak mengambil perhiasan milik korban di dalam kamar. Saat hendak melancarkan aksinya, tiba-tiba korban terbangun. Pelaku lantas membekap korban dengan selimut.

"Karena masih berontak, kemudian pelaku menusukkan gunting ke punggung korban sebanyak 19 kali. Karena masih bergerak kemudian gunting itu ditusukkan ke kepala korban sebanyak tiga kali sampai korban meninggal dunia di lokasi kejadian," lanjut Kapolresta Sidoarjo itu.

2 dari 3 halaman

Nekat Membunuh

 

ilustrasi pembunuhan

sxc.hu

Tersangka yang merupakan pasutri asal Kota Balikpapan itu ditangkap Tim Resmob Polresta Sidoarjo tiga hari setelah kejadian. Menurut keterangan pelaku, awalnya mereka ingin meminjam uang kepada korban, namun korban menolak memberi pinjaman.

"Pelaku mengaku awal mula kejadian itu karena tidak dipinjami uang oleh korban. Lantaran tidak dipinjami, S yang kesehariannya menjadi pembantu rumah tangga di rumah korban akhirnya bersama suaminya nekat membunuh korban. Dalam melakukan aksinya, HS yang berprofesi sebagai sopir taksi ini membekap wajah korban dengan cara ditutupi dengan selimut," terang Sumardji.

3 dari 3 halaman

Berupaya Melarikan Diri

kejahatan

©2016 Merdeka.com

Setelah melakukan aksi pembunuhan terhadap majikannya itu, pasutri tersangka mengambil barang korban berupa uang sekitar Rp5 juta, cincin emas 9 buah, gelang emas 4 buah, anting emas 5 pasang, liontin emas 1 buah dan 2 unit kartu ATM BCA dan 1 unit kartu ATM bank Mega beserta nomer pin ATM untuk dibawa kabur ke Bali. Namun, upaya melarikan diri itu kandas. Lantaran polisi

Pihak kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa gunting, baju tersangka, sprei yang ada bekas darah korban, selimut warna biru, baju korban, gelang 4 buah, cincin 9 buah, anting 5 pasang, liontin 1 buah 2 buah Hp korban dan uang Rp5 juta.

Atas perbuatan itu, pasutri tersangka dikenai Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun atau hukuman pidana mati atau seumur hidup. Serta Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan Pasal 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini