Bersertifikat Pijat Sehat, Oknum di Kediri Malah Lakukan Praktik Ini

Rabu, 24 Maret 2021 09:26 Reporter : Rizka Nur Laily M
Bersertifikat Pijat Sehat, Oknum di Kediri Malah Lakukan Praktik Ini Ilustrasi pijat. Shutterstock/Kzenon

Merdeka.com - Panti pijat Yuli Massage di Jalan Perintis Kemerdekaan 74, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan/Kota Kediri digerebek Unit Resmob Poolres Kediri Kota. Tempat usaha ini diketahui melakukan praktik perdagangan orang dengan modus prostitusi.

Petugas mengamankan empat pelaku dalam penggerebekan tersebut. Masing-masing AN (29) warga Desa Baturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang sebagai terapis, MF (28) warga Desa Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak sebagai kasir, NB (35) warga Jalan Kedung Halang Pasir Jambu Bogor, Jawa Barat sebagai pengunjung dan YL (42) warga Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek sebagai pemilik panti pijat.

2 dari 3 halaman

Bersertifikat

Dikutip dari akun instagram @medsoskediri, Selasa (23/3/2021), panti pijat yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) kasus perdagangan orang itu sebenarnya memiliki izin praktik sebagai panti pihat sehat. Ini dibuktikan dengan keberadaan sertifikat LP3S (lembaga pendidikan, pelatihan, dan pijat sehat) atas nama Yuliati.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti seperti tisu bekas lap sperma, sprei, tisu basah, BH, dua rekapan hasil pijat, sertifikat LP3S atas nama Yuliati, surat ijin penyehat tradisional atas nama Yuliati, uang tunai dari kasir sebesar Rp637 ribu dan uang tunai dari terapis Rp300 ribu.

3 dari 3 halaman

Ancaman Hukuman

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh KEDIRI (@medsoskediri)

 

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota Iptu Girindra Wardana menjelaskan, penggerebekan panti pijat plus-plus itu bermula dari aduan masyarakat. Masyarakat menduga panti pijat Yuli Massage tersebut menyediakan layanan esek-esek. Menindaklanjuti aduan itu, petugas Polres Kediri Kota mendatangi tempat usaha tersebut.

“Saat kami datang, mendapati seorang laki laki bersama terapis masih di dalam kamar. Selanjutnya Unit Resmob melakukan penggeledahan di kamar tersebut dan menemukan tissu bekas untuk mengelap sperma yang berada di kasur,” ujar Iptu Girindra, Senin (22/3) malam.

Berdasarkan keterangan pelanggan yang berada di dalam kamar, saat itu ia memesan layanan pijat 60 menit dengan biaya Rp100 ribu. Selanjutnya, ia menambah fasilitas handjob atau mengeluarkan sperma dengan tangan terapis dengan biaya tambahan Rp150 ribu.

Atas perbuatan yang dilakukan, para pelaku dijerat dengan Pasal 2 UU RI no 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pasal 296 KUHP dan atau 506 KUHP.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini