Banyak Temuan Benda Bersejarah, Pemkot Madiun Ajak Warga Lakukan Ini

Senin, 27 September 2021 10:30 Reporter : Rizka Nur Laily M
Banyak Temuan Benda Bersejarah, Pemkot Madiun Ajak Warga Lakukan Ini BPCB Jatim lakukan ekskavasi di Kota Madiun. ©2021 Merdeka.com/Instagram @madiun_info

Merdeka.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur (BPCB Jatim) menindaklanjuti laporan masyarakat terkait ditemukannya sejumlah benda bersejarah.

Setelah melakukan proses ekskavasi di sejumlah titik yang dilaporkan masyarakat, BPCB Jatim mengatakan ada potensi penemuan benda bersejarah lainnya. Untuk mengetahuinya harus dilakukan ekskavasi dan identifikasi lebih lanjut. 

2 dari 4 halaman

Rencana Pemkot Madiun

Wali Kota Madiun, Maidi mengungkapkan, pihaknya tengah mempersiapkan konsep wisata budaya dan religi di Kota Pendekar, sebutan untuk Kota Madiun.

Pemkot Madiun ingin menggali sejarah berdirinya Kota Madiun dan mengajak masyarakat turut serta mengumpulkan informasi terkait peninggalan sejarah di Kota Madiun.  

"Jika benda-benda (bersejarah) terus terkumpul, maka bisa menjadi destinasi wisata tersendiri," tutur Maidi, Sabtu (25/9/2021). 

3 dari 4 halaman

Ajak Warga Lakukan Ini

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Informasi Madiun Raya (@madiun_info)

 

Lebih lanjut, Wali Kota Maidi berpesan supaya masyarakat yang menemukan benda bersejarah tidak menjualnya kepada orang lain.

"Saya pesan kepada warga, nilai bersejarah jangan dipindahtangankan kepada orang lain," tegasnya, mengutip dari akun Instagram @madiun_info, Minggu (27/9/2021).

 Ia berjanji akan memberi penghormatan dan penghargaan kepada masyarakat yang menemukan benda bersejarah dan tidak menjualnya.

"Akan saya hormati dan beri penghargaan. Akan saya bantu kesulitannya apa dan akan tercatat di sejarah Pemkot Madiun sebagai relawan (penemu benda bersejarah)," pungkasnya.

4 dari 4 halaman

Ekskavasi

Sebelumnya, tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim melakukan identifikasi di tiga titik, tepatnya di Kelurahan Demangan dan Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman. 

Hasilnya, terdapat satu titik di makam umum Kelurahan Kuncen yang dimasukkan dalam daftar arkeologi.

"Memang ada struktur bata yang sangat kompak, namun kita tidak bisa mengetahui bentuk dan polanya," ungkap Pamong Budaya BPCB Jatim, Pahadi, Senin (20/9/2021).

Bata tersebut tertata rapi satu sama lainnya, namun tim BPCB Jatim belum bisa melakukan ekskavasi karena terletak di bawah makam.

"Jadi perlu koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat jika ingin melakukan ekskavasi, karena itu kan makam umum," imbuhnya.

Bangunan Candi

Laporan pada zaman Hindia Belanda, lanjut Pahadi, mengungkap bahwa di daerah tersebut terdapat bangunan candi.

"Dari batuan andesit yang kita temukan secara sporadis memang arahnya dibuktikan dengan batuan berelief kala. Yang itu umumnya berada di ambang pintu bagian atas sebuah candi," terangnya.

Batuan serupa juga ditemukan di belakang salah satu lurah pada zaman dahulu. Pola batuan tersebut menunjukkan ambang pintu bagian bawah candi.

"Jadi ada semacam dorple kalau kita menyebutnya, bandul rumah. Itu juga mengarah kepada bagian pintu masuk ke ruang dalamnya candi," ungkap Pahadi.  

Selain itu warga juga pernah menemukan batu pelipit yang biasanya dijumpai di bangunan luar candi. 

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini