Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Praktisi K3: Suporter Perlu Latihan Evakuasi

Selasa, 4 Oktober 2022 11:34 Reporter : Rizka Nur Laily M
Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Praktisi K3: Suporter Perlu Latihan Evakuasi Aksi solidaritas Bobotoh untuk tragedi Kanjuruhan. ©2022 Dokumentasi Persib/Merdeka.com

Merdeka.com - Praktisi dan pemerhati keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menegaskan suporter sepak bola dan cabang olahraga lainnya perlu dibekali latihan evakuasi.

Tujuannya agar tragedi seperti yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, tidak terulang kembali.

"Stadion atau arena olahraga harus diidentifikasi bahayanya agar dapat mengurangi dan meminimalkan risiko yang dapat terjadi selama pertandingan berlangsung," tutur Chairman of World Safety Organization Indonesia, Soehatman Ramli, dalam forum diskusi yang digelar daring, Senin (4/10).

2 dari 3 halaman

Implementasi K3

pintu 13 dan saksi bisu tragedi maut di stadion kanjuruhan

©Juni Kriswanto/AFP

Soehatman menyatakan, implementasi K3 bidang keolahragaan telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, yakni Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan pada Pasal 19 dan Pasal 74. Selain itu, implementasi K3 bidang keolahragaan juga diatur dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations.

Dia menegaskan, sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) dalam arena olahraga diperlukan untuk mencegah terjadinya keadaan darurat.

“Adanya SMK3 pada arena olahraga, maka dapat membuat seluruh elemen dalam pertandingan olahraga lebih siap terhadap keselamatan dalam olahraga," tuturnya, dikutip dari Antara.

3 dari 3 halaman

Langkah K3

pintu 13 dan saksi bisu tragedi maut di stadion kanjuruhan
©Juni Kriswanto/AFP

Pengurus Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (A2K3) Edi Priyanto memaparkan langkah-langkah K3 yang harus disiapkan pihak pengelola gedung dan penyelenggara olahraga.

Salah satunya, kesiapan infrastruktur fasilitas pertandingan di stadion yang mengacu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 26 Tahun 2008. Pengelola diminta melakukan kajian ulang risiko terhadap jumlah dan jalur evakuasi dengan lebar pintu masuk tribun yang berukuran ideal.

"Petunjuk evakuasi harus ditandai garis yang menyala," ujar Edi.

Selain itu, perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara melakukan evakuasi keadaan darurat bagi penonton.

"Pastikan juga bahwa 'emergency response plan' dimiliki oleh stadion pertandingan olahraga," imbuhnya.

Selain itu, penting untuk menyiapkan tim dan latihan evakuasi secara rutin dengan melibatkan petugas medis.

Ia menegaskan, Peraturan FIFA Pasal 74 tentang Safety & Security Officer sudah sangat mengutamakan dan memedulikan aspek K3.

"Mari kita budayakan K3 mulai dari hal-hal kecil di manapun kita berada. Mulai dari rumah, tempat kerja hingga ruang publik. Kita juga bisa meng-K3-kan olahraga," pungkas Edi Priyanto.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini