10 Cara Memulai Usaha Kuliner yang Cocok untuk Pemula, Mudah Dilakukan

Selasa, 6 Oktober 2020 11:00 Reporter : Rakha Fahreza Widyananda
10 Cara Memulai Usaha Kuliner yang Cocok untuk Pemula, Mudah Dilakukan Ilustrasi restoran. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Chubykin Arkady

Merdeka.com - Cara memulai usaha kuliner telah banyak dicari oleh para pemula yang ingin berkecimpung di dalamnya. Tingginya kebutuhan masyarakat untuk memperoleh makanan, telah membuat banyak orang tergerak ingin memulai usaha kuliner.

Usaha kuliner merupakan salah satu bentuk bisnis yang terbilang cukup menjanjikan. Hal ini dikarenakan makanan merupakan kebutuhan yang banyak dicari dan menjadi kebutuhan setiap orang. Perkembangan kuliner saat ini juga semakin pesat. Tak heran banyak orang yang mencari cara memulai usaha kuliner.

Untuk memulai bisnis kuliner, tentu saja kamu perlu memperhatikan strategi. Hal ini karena strategi dalam memulai sebuah bisnis bisa memperkirakan bagaimana suksesnya bisnis tersebut. Selain memerlukan strategi, memulai bisnis kuliner perlu modal yang harus dipikirkan.

Dilansir dari Liputan6.com, berikut ini kami telah rangkum 10 cara memulai usaha kuliner yang cocok untuk pemula:

Tetapkan Bisnis yang Diinginkan dan Lakukan Survei

1. Tetapkan Bisnis yang Diinginkan

Cara memulai usaha kuliner pertama adalah menetapkan bisnis yang diinginkan. Hindari untuk memulai usaha kuliner hanya karena mengikuti tren saja. Karena tren lama-kelamaan bisa hilang. Jika kamu hanya mengikuti tren, maka di masa depan usaha yang kamu buka bisa mengalami kegagalan.

Kamu bisa memulai usaha kuliner dengan ketertarikan dan juga kemampuan yang dimiliki. Selain itu, memulai usaha kuliner dengan usaha sesuai dengan ketertarikan sendiri, bisa lebih niat dan juga berkomitmen dengan usaha yang kamu rintis tersebut.

2. Survei Pasar dan Potensi Bisnis

Sebelum memulai sebuah usaha, sebaiknya kamu melakukan survei terlebih dahulu. Kamu bisa mengetahui bagaimana harga ataupun persaingan yang ada di pasar serta potensi bisnis yang akan kamu jalankan.

Melakukan sebuah survey ini cukup penting untuk dilakukan dan jangan disepelekan. Pasalnya, dari survei inilah kamu bisa mengetahui bagaimana perkiraan daya beli masyarakat terhadap usaha kuliner kamu.

Hitung Modal dan Tetapkan Lokasi Strategis

3. Modal Awal Usaha

Cara memulai usaha kuliner berikutnya adalah modal awal. Jika kamu hanya memiliki modal kecil, kamu bisa melakukan beberapa usaha untuk menutupi kekurangan modal.

Kamu menutupi modal awal yang kurang dengan mengajak atau mencari rekan kerja untuk diajak kerja sama. Atau bisa melakukan peminjaman ke koperasi atau bank melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR bagi pelaku UKM.

Selain itu, besar kecilnya modal yang kamu miliki ini tergantung dari bagaimana usaha yang akan kamu jalankan. Jika usaha yang kamu rintis telah berjalan, kamu bisa menyisihkan separuh keuntungan untuk menjadikannya modal tambahan.

Namun apabila meminjam dana dari suatu lembaga keuangan, jangan lupa untuk membuat laporan keuangan. Hal ini dilakukan agar lembaga keuangan yang kamu pinjami tersebut bisa mengetahui bagaimana perkembangan usaha.

4. Lokasi Usaha

Cara memulai usaha kuliner berikutnya dengan menentukan lokasi. Pilihlah lokasi usaha kuliner yang banyak dikunjungi atau dilalui banyak orang. Saat menentukan lokasi usaha juga harus memperhitungkan modal yang akan dikeluarkan.

Jangan sampai modal kamu terkuras hanya untuk menyewa atau membeli tempat usaha, Kamu pun dapat melakukannya tanpa mempunyai tempat usaha tapi dengan menitip produk usaha dengan memilih ke lokasi strategis atau tempat usaha mitra.

Miliki Menu Andalan dan Pemasok Bahan Baku

5. Miliki Menu Andalan

Lakukanlah survei mengenai menu yang beredar di pasaran, lalu pilihlah menu yang belum banyak mereka jual di sana guna mengurangi tingkat persaingan. Namun pilihan menu tersebut harus disesuaikan dengan target pasar atau konsumen.  

6. Pemasok Bahan Baku

Memiliki pemasok tetap yang dapat memasok semua bahan baku produksi setiap harinya sangat dianjurkan guna kelancaran proses produksi. Selain bisa mendapatkan harga relatif murah, kamu pun dapat menjadi orang kepercayaan jika kamu dalam keadaan sulit atau terjepit modal.

Selain itu, kamu juga bisa diprioritaskan bila suatu saat bahan baku yang kamu butuhkan langka di pasaran. Usahakan memiliki lebih dari satu pemasok sebagai alternatif bila pemasok yang satu tidak bisa menyediakan permintaan.  

Miliki SDM dan Target Pemasaran

7. Sumber Daya Manusia

Cara memulai usaha kuliner berikutnya dengan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM). Idealnya, karyawan terbagi ke dalam kelompok tukang masak, pelayan, dan kasir. Namun, bila usaha tergolong kecil, seorang asisten yang dapat mempermudah pekerjaan kamu sudah lebih dari cukup.

Jangan lupa untuk memperhatikan kesejahteraan karyawan dengan memberi gaji sepadan dan tepat waktu. Hal ini untuk menjaga kestabilan keterampilan dan kesiapan karyawan.

8. Target Pemasaran
Menyesuaikan jenis usaha dengan target pasar merupakan salah satu kunci sukses menjalankan usaha makanan dan minuman. Walaupun kamu menawarkan harga murah meriah, tapi tidak sesuai dengan selera konsumen ini bisa menjadi kendala.

Lakukan Promosi dan Buat Perizinan Usaha

9. Promosi yang Tepat

Promosi dari mulut ke mulut hingga saat ini tetap menjadi andalan promosi usaha ke banyak orang untuk cara memulai usaha kuliner yang tepat. Cara memulai usaha kuliner ini berhasil jika kamu bisa memuaskan konsumen dan nantinya bisa menjadi pelanggan setia.

Lewat pelanggan setia ini, cerita tentang keunggulan usaha kuliner kamu akan menyebar ke publik. Bila ada dana lebih, tak ada salahnya mempromosikan usaha lewat media, seperti spanduk, papan nama, pamflet, leaflet, atau lewat jejaring sosial yaitu Facebook atau Twitter.

10. Perizinan Usaha

Demi keamanan dan kenyamanan usaha, pastikan kamu mengurus surat izin usaha dari instansi pemerintahan atau pihak berwenang setempat.

Jika usaha semakin berkembang dan besar, ada baiknya segera mengurus Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP) bagi usaha yang kamu jalani, mengurus perizinan ke Kementerian Kesehatan, bahkan kalau bisa mengurus sertifikasi halal untuk semua produk usaha kamu ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).

[raf]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini