UMKM Temanggung Kirim Produk Pewarna Alam ke Luar Negeri, Permintaan Hingga 1 Ton

Kamis, 1 Desember 2022 08:58 Reporter : Shani Rasyid
UMKM Temanggung Kirim Produk Pewarna Alam ke Luar Negeri, Permintaan Hingga 1 Ton Pewarna alam Shibiru. ©Instagram/@shibirufat

Merdeka.com - Sempat lesu akibat pandemi COVID-19, kini perekonomian negara kembali bergeliat. Penjualan meningkat, kegiatan impor ekspor kembali dilakukan.

Peningkatkan ini berlaku juga pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Temanggung yang memproduksi pewarna alam.

UMKM Shibiru, asal Desa Gandu Wetan, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, berhasil mengirim produk pewarna alami dari tanaman “strobilanthes cusia” ke berbagai negara. Bahkan permintaan pengiriman itu, jumlahnya hingga mencapai 1 ton lebih.

2 dari 4 halaman

Permintaan hingga 1 Ton

pewarna alam shibiru

©Instagram/@shibirufat

Pemilik Shibiru, Fatah Syaifur Rochman mengatakan, setelah COVID-19 melanda akhir-akhir ini, beberapa negara seperti Jepang dan Malaysia mulai meminta lagi pengiriman pewarna alam dari Shibiru.

“Kalau sebelum COVID-19 beberapa negara yang berminat membeli pewarna alam dari Shibiru berasal dari Jepang, Malaysia, Australia, Filipina, dan Amerika Serikat. Selama COVID-19 hampir semua permintaan terhenti dan dalam sebulan terakhir sudah ada permintaan dari Jepang dan Malaysia,” kata Fatah dikutip dari ANTARA pada Rabu (30/11).

Ia menambahkan, sebelum COVID-19, permintaan dari Jepang rata-rata 500 kilogram dan dari Malaysia 200-250 kilogram per bulan. Setelah COVID-19 mereda, bulan lalu Jepang minta dikirim sebanyak 1,3 ton dan dari Malaysia minta dikirim 300 kilogram.

3 dari 4 halaman

Pemesanan Dalam Negeri

pewarna alam shibiru
©Instagram/@shibirufat

Selain dari luar negeri, Fatah juga kebanjiran pesanan dari dalam negeri. Ia mengatakan hampir semua kota yang ada pembatiknya memesan pewarna alami dari Shibiru.

“Sekarang sekitar 600an kilogram per bulan permintaan dari dalam negeri. Paling banyak dari Bandung, Jakarta, Pekalongan, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Palembang,” kata Fatah.

Menurutnya, akhir-akhir ini permintaan juga datang dari Labuhan Bajo, Flores, Lombok, Tapanuli, dan Toraja. Dalam sebulan, Fatah mengaku UMKM-nya bisa memproduksi pewarna alam sebesar 750 kilogram hingga 1 ton dalam bentuk pasta.

4 dari 4 halaman

Potensi Temanggung

pewarna alam shibiru
©Instagram/@shibirufat

Sebelumnya, Wakil Bupati Temanggung, Heri Ibnu Wibowo mengunjungi UMKM Shibiru. Menurutnya, warna biru yang diproduksi UMKM itu memiliki ciri khas yang unik.

“Selain dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia, Shibiru kini juga menjajal pasar ekspor ke luar negeri. Ini merupakan potensi luar biasa UMKM Kabupaten Temanggung yang perlu terus didorong untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Heri dikutip dari ANTARA.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini