Tempat Hiburan Malam Kembali Dibuka di Semarang, Begini Protokol Kesehatannya

Selasa, 30 Juni 2020 14:05 Reporter : Shani Rasyid
Tempat Hiburan Malam Kembali Dibuka di Semarang, Begini Protokol Kesehatannya Ilustrasi hiburan malam. ©2014 Merdeka.com/www.rawstory.com

Merdeka.com - Menyambut era new normal, sejumlah tempat-tempat umum mulai dibuka. Termasuk sejumlah tempat-tempat hiburan yang biasa menjadi incaran para kaum urban di Semarang. Pembukaan tempat-tempat hiburan itu dilakukan menyusul semakin banyaknya permohonan yang masuk agar sejumlah tempat hiburan kembali dibuka.

“Sejak perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sepekan yang lalu, sudah ada 83 permohonan yang masuk,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari pada Minggu (28/6).

Namun sebelum dapat kembali dibuka, tempat-tempat umum itu harus bisa menerapkan protokol kesehatan guna menghindari penularan virus Corona. Lalu seperti apa protokol kesehatan di sana diterapkan? Berikut selengkapnya:

1 dari 3 halaman

Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

tips aman naik mrt di era new normal selalu perhatikan protokol kesehatan ya

©Shutterstock

Protokol kesehatan merupakan syarat wajib agar tempat hiburan di Semarang bisa dibuka. Oleh karena itu, sebelum dibuka pengelola tempat itu mengajukan izin operasional yang disertai kesanggupan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Setelah itu, surat yang diajukan akan diperiksa oleh tim yang beranggotakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP. Mereka itulah yang nanti memberikan rekomendasi jika nantinya prosedur protokol kesehatan sudah terpenuhi.

2 dari 3 halaman

Syarat yang Harus Dipenuhi

tiwi eks t2 bagikan masker dan hand sanitizer

Instagram @chikajessica88 ©2020 Merdeka.com

Menurut Indriyasari, syarat-syarat umum yang harus dipenuhi oleh penyedia jasa hiburan malam itu antara lain penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, serta kewajiban menggunakan masker.

“Namun nantinya untuk tempat hiburan malam ada syarat tambahan yang harus disesuaikan,” kata Indriyasari dikutip dari Liputan6.com pada Minggu (28/6).

3 dari 3 halaman

Syarat Tambahan

ilustrasi hiburan malam

©2014 Merdeka.com/www.rawstory.com

Indriyasari mengatakan ada syarat protokol kesehatan tambahan yang harus diterapkan tempat hiburan malam agar bisa dibuka kembali. Dia mencontohkan para terapis di panti pijat wajib menggunakan sarung tangan saat melayani pelanggan.

Syarat lainnya yakni untuk tempat karaoke dilarang untuk menyediakan jasa pemandu lagu. Dari syarat-syarat yang ditetapkan, sudah ada 38 tempat usaha dan wisata yang sudah memperoleh izin untuk dibuka kembali.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini