Tak Melulu Soal Uang, Begini Penerapan Budaya Antikorupsi pada Sekolah di Jateng

Sabtu, 21 Mei 2022 13:45 Reporter : Shani Rasyid
Tak Melulu Soal Uang, Begini Penerapan Budaya Antikorupsi pada Sekolah di Jateng Duta Antikorupsi Jateng. ©jatengprov.go.id

Merdeka.com - Pencegahan korupsi sebaiknya dilakukan sejak dini. Apabila perilaku ini dibiarkan, lama-lama bisa jadi kebiasaan yang susah diperbaiki saat sudah dewasa.

Hal inilah yang disadari oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Uswatun Hasanah. Demi mencegah korupsi sejak dini, mereka memilih Duta Antikorupsi di kalangan siswa SMA/Sederajat.

Pada Jumat (20/5), puluhan pelajar tingkat SMA/SMK dan SLB ditetapkan sebagai Duta Antikorupsi Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Lantas seperti apa penerapan budaya antikorupsi bagi mereka? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Tak Melulu Soal Uang

duta antikorupsi jateng

©jatengprov.go.id

Bagi mereka para Duta Antikorupsi, korupsi itu bukan hanya soal uang. Tapi juga terkait ketidakjujuran dan pembiaran. Rara, pelajar SMK 2 Semarang, menyebut bahwa budaya korupsi seharusnya dicegah sedini mungkin. Hal itu dimulai dengan menyadarkan perilaku negatif tapi tetap saja dimaklumi.

“Contohnya mencontek atau budaya ngaret. Kalau tidak ditegur bisa jadi akan mencoba dengan korupsi uang. Mulanya sedikit, kemudian sampai duit negara,” kata Rara, mengutip dari Jatengprov.go.id pada Jumat (20/5).

3 dari 4 halaman

Banyak Jenisnya

duta antikorupsi jateng

©jatengprov.go.id

Hal serupa juga diungkapkan siswa SMAN 1 Semarang, Bimo. Menurutnya, korupsi itu tidak melulu soal uang. Dengan pemahaman itu, ia bertekad untuk menebar virus integritas kepada teman-temannya.

Korupsi biasa dikaitkan pejabat ambil aset negara. Padahal jenisnya banyak mulai dari plagiarisme atau korupsi waktu. Nah nanti ini yang akan saya sadarkan ke teman-teman saya, bahwa ini semua harus diajarkan sedini mungkin,” kata Bimo.

4 dari 4 halaman

Tidak Hanya Tempelan

duta antikorupsi jateng

©jatengprov.go.id

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Uswatun Hasanah, mengatakan bahwa ada 24 sekolah tingkat SMA/SMK/SLB yang mendeklarasikan diri sebagai sekolah berintegritas. Nantinya ke-24 sekolah itu akan dilakukan penguatan. Integrasi pendidikan berintegritas dilakukan baik pada pelajaran penguat intrakulikuler dan ekstrakulikuler.

Lebih lanjut, ia mengatakan pendidikan berintegritas mutlak dilakukan sebagai pendidikan karakter. Terlebih lagi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah mengeluarkan Pergub Nomor 10 Tahun 2019 Tentang Implementasi pendidikan Antikorupsi di Jateng. Selain itu ada juga Pergub Nomor 76 Tahun 2018 tentang Pembangunan Budaya Integritas.

Para Siswa Mumpuni

duta antikorupsi jateng
©jatengprov.go.id

Uswatun mengatakan, para siswa yang ditunjuk telah dianggap mumpuni dalam mengemban tugas sebagai Duta Integritas. Apalagi mereka memiliki kemampuan berpikir kritis dan kemauan belajar yang tinggi.

“Penerapan antikorupsinya seperti apa, indikatornya seperti apa pada diri sendiri. seperti tidak mencontek, tidak molor waktu, meletakkan barang pada tempatnya, yang kemudian mereka tularkan ke orang lain,” pungkas Uswatun, mengutip dari Jatengprov.go.id.

[shr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jateng
  3. DIY
  4. Berita
  5. Antikorupsi
  6. Semarang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini