Tak Lagi Berjaya, Ini Kata Pakar UGM Soal Industri Gula di Indonesia

Jumat, 24 September 2021 16:20 Reporter : Shani Rasyid
Tak Lagi Berjaya, Ini Kata Pakar UGM Soal Industri Gula di Indonesia Pabrik Gula Colomadu. ©Puromangkunegaran.com

Merdeka.com - Di zaman Belanda, tepatnya pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, Indonesia merupakan eksportir gula terbesar kedua di dunia setelah Kuba. Pada saat itu, produksi gula di negeri ini mencapai 2,9 juta ton per tahun dengan luas area perkebunan tebu mencapai 196 ribu hektar.

Namun kini, setelah 90 tahun berlalu, Indonesia tak lagi menjadi negara eksportir gula. Justru sebaliknya, untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri saja Indonesia harus impor dari negeri lain. Kondisi inilah yang diungkapkan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Dr. Mohammad Abdul Ghani dalam webinar bertajuk “Problematika Kebijakan dan Revitalisasi Industri Gula Nasional” pada Kamis (23/9).

“Terjadi penurunan produktivitas. Sejak tahun 1970 kita jadi importir gula. Untuk gula buat produk makanan dan minuman kita belum sanggup karena masih ada keterbatasan lahan,” kata Abdul Ghani.

Baca Selanjutnya: Tidak Semudah Mengembalikan Telapak Tangan...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. DIY
  3. Jateng
  4. Berita
  5. Gula
  6. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini