Tak Hanya Perdamaian, Pakar UGM Lihat Ini dalam Kunjungan Jokowi ke Rusia-Ukraina

Minggu, 3 Juli 2022 17:08 Reporter : Shani Rasyid
Tak Hanya Perdamaian, Pakar UGM Lihat Ini dalam Kunjungan Jokowi ke Rusia-Ukraina Ini Fakta Pertemuan Presiden Jokowi dengan Zelenskyy & Putin, Upayakan Perdamaian. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Merdeka.com - Pada akhir Juni lalu, Presiden Jokowi berkunjung ke dua negara yang tengah berkonflik, yaitu Ukraina dan Rusia. Jokowi datang ke dua negara itu dalam misi perdamaian sekaligus memberikan undangan untuk hadir ke Konferensi G20 pada November 2022 nanti.

Bagi pakar perdagangan dunia dan politik internasional UGM, Riza Noer Arfani, kunjungan itu tak hanya dilihat sebagai misi perdamaian, namun juga guna pemulihan ekonomi global.

“Kalau tidak ada langkah-langkah terobosan terhadap perang ini kemungkinan harga minyak akan terus naik. Kalau dibiarkan bisa menimbulkan resesi global dan stagflasi. Lalu menimbulkan fenomena inflasi yang tinggi dibarengi dengan kemandekan ekonomi,” kata Riza, mengutip dari ANTARA pada Sabtu (2/7). Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Dampak Perang

ini fakta pertemuan presiden jokowi dengan zelenskyy amp putin upayakan perdamaian

(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Riza mengatakan, ada tiga sektor yang terdampak apabila perang berlangsung lama, yaitu sektor pangan, energi, dan kesehatan. Ketiga sektor ini akan mengancam negara-negara berkembang.

Pada sektor pangan misalnya, terganggunya sektor pangan akan membuat harga bahan pokok naik. Pada sektor energi, perang tersebut menyebabkan gejolak harga minyak. Pada sektor kesehatan, terjadinya perang akan berpengaruh pada distribusi vaksin.

Riza mengatakan, ada situasi geopolitik sebenarnya tidak akan berpengaruh pada negara-negara Asia kecuali kalau perang itu berlanjut dengan persenjataan nuklir.

“Itu efek beratnya mungkin bisa memicu perang dunia ketiga. Akan tetapi proyeksi itu agak jauh karena ini lebih banyak dibatasi dampaknya agar secara geografis tidak sampai meluas ke kawasan lain,” kata Riza.

3 dari 3 halaman

Juru Damai yang Tulus

ini fakta pertemuan presiden jokowi dengan zelenskyy amp putin upayakan perdamaian
(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menurut Riza, Jokowi disebut sebagai juru damai yang tulus dan tidak memiliki kepentingan selain agar kedua negara segera berdamai. Baginya, posisi tersebut berbeda dengan negara-negara lain yang tergabung dalam aliansi militer yang syarat kepentingan.

“Turki pernah, Israel pernah, Prancis juga pernah. Tetapi mereka tidak tulus karena mereka memihak. Oleh karena itu, dipandang dari sisi Rusia mereka tidak netral. Kita dalam posisi yang netral dan dari sejak awal kita memiliki konsistensi sikap yang seperti itu,” kata Riza.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini