Aksi Bilqis Prasista Jadi Sorotan, Ini Perjalanan Sejarah Indonesia di Piala Uber

Kamis, 12 Mei 2022 10:44 Reporter : Denny Marhendri
Aksi Bilqis Prasista Jadi Sorotan, Ini Perjalanan Sejarah Indonesia di Piala Uber Sejarah Prestasi Indonesia di Piala Uber, Sabet 3 Kali Gelar Juara. AFP

Merdeka.com - Skuad muda Indonesia di Piala Uber 2022 berhasil melaju ke perempat final. Salah satu aksi membanggakan adalah ketika Bilqis Prasista yang mengalahkan Akane Yamaguchi dalam babak penyisihan penentuan juara grup pada Rabu (11/5).

Bilqis yang menduduki peringkat 333 dunia berhasil mengalahkan Akane Yamaguchi yang ranking 1 dunia dua game langsung, dengan skor 21-19 dan 21-19. Momen tersebut langsung menjadi perbincangan di berbagai media.

Aksi lainnya yang turut membanggakan juga ditorehkan oleh para pemain putri muda Indonesia. Diturunkannya skuad muda membuat pecinta bulu tangkis tahu para pemain pelapis bulu tangkis Indonesia.

Melihat momen ini, banyak yang menjadi penasaran mengenai sejarah prestasi Indonesia di Piala Uber. Indonesia sudah sebanyak 24 kali berpartisipasi dan telah menyabet 3 kali gelar juara. Gelar juara tersebut diraih pada tahun 1975, 1994 dan 1996.

2 dari 4 halaman

Juara Pertama KaliJuara Pertama Kali

Setelah 16 tahun berjuang dalam Piala Uber, Indonesia meraih gelar juara pertama kalinya pada tangga 6 Juni 1975.

Dalam momen tersebut Indonesia berhasil mengalahkan Jepang dengan skor 5-2 dalam laga final.

Kemenangan tersebut terasa lebih istimewa karena terjadi di Istora Senayan, Jakarta. Waktu itu, skuad Indonesia diisi oleh Theresia Widiastuty, Tati Sumirah, dan Utami Dwi di tim tunggal dan Minarni Sudaryanto/Regina Masli, Imelda Wiguna/Theresia Widiastuty di tim ganda.

3 dari 4 halaman

Kerinduan akan Gelar Juara

Di tahun 1994, Indonesia ketiga kalinya menjadi tuan rumah untuk Piala Thomas dan Uber.

Di momen itu, baik tim putra atau putri memikul beban yang berat karena sudah lama tak menjadi juara.

Tetapi skuad tim putri yang berisi Susi Susanti, Eliza Nathanael, Meiluawati, Finarsih, Zelin Resiana, Lili Tampi, dan Mia Audina tampil sangat istimewa. Lalu di laga final, Susy Susanti dkk berhasil menekuk China dan menjadi juara.

4 dari 4 halaman

Terakhir Menjadi Juara

Gelar juara kembali diraih dua tahun setelah skuad Indonesia menang dari China.

susi susanti

©2019 Merdeka.com

Di tahun 1996, Indonesia mengirimkan Mia Audina, Meiluawati, Yuliani Sentosa, Lydia Djaelawijaya, Zelin Resiana, Elyza Nathanael, Finarsih, Lili Tampi, dan tentunya Susi Susanti

Pada saat itu Indonesia memang tidak diunggulkan di Piala Uber yang berlangsung di Hong Kong tersebut. Tetapi dengan semangat yang tak pernah padam, Susi Susanti dkk berhasil menjadi juara setelah mengalahkan China. [dem]

Baca juga:
Prestasi Pebulutangkis Bilqis Prasista Jadi Omongan, Ternyata Anak Seorang Legenda
Curi Perhatian di TUC 2022, Intip Pesona Atlet Jepang Chiharu Shida di Luar Lapangan
Kalahkan Pemain Peringkat 1 Dunia di Uber Cup, Ini 4 Fakta Bilqis Prasista
Tampil Perdana di Uber Cup 2022, Intip 4 Potret Komang Ayu yang Curi Perhatian
Siap Berlaga di Thomas-Uber Cup, Intip Potret Latihan Tim Indonesia
Melihat Aksi Mayjen Kunto di Lapangan Bulu Tangkis, Smash-nya Bikin Lawan Ketar-ketir

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini