Sangat Menjanjikan, Begini Prospek Bisnis Budi Daya Bandeng di Jepara

Jumat, 14 Januari 2022 13:38 Reporter : Shani Rasyid
Sangat Menjanjikan, Begini Prospek Bisnis Budi Daya Bandeng di Jepara Ilustrasi ikan bandeng. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19 perlahan-lahan mulai terlewati. Kini masyarakat mulai menatap hidup baru. Membangun kembali perekonomian dengan berbagai cara.

Di Jepara, Jawa Tengah, bisnis budi daya bandeng bisa menjadi prospek yang menjanjikan. Hal itulah yang diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Perikanan Budi Daya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Moh. Arifin.

Sebelumnya, klaster budi daya bandeng di Jepara telah melalui kajian komprehensif baik dari aspek teknis, sosial kelembagaan, maupun ekonomi, dan telah menghasilkan peta jalan yang akan dijadikan acuan bersama.

Lantas seperti apa prospek menjanjikan dari bisnis tersebut? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Cukup Memuaskan

ilustrasi ikan bandeng
©PxHere

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Sido Maju Jaya Sakiyanto mengatakan bahwa panen perdana bandeng dilakukan di lahan seluas 5 hektare. Ia mengatakan, panen tahap pertama menghasilkan 14 ton ukuran 4-7 ekor per kilogram dengan nilai sekitar Rp61,6 juta dalam masa pemeliharaan empat bulan. Sementara itu rata-rata pendapatan yang diraup mencapai Rp123 juta per tahun, sedangkan dalam setahun terdapat dua siklus pemeliharaan.

“Saya nilai cukup memuaskan, karena target produktivitas tercapai dan meningkat hampir 300 persen. Dari awal sebelum intervensi program sebanyak 500 kg per hektare menjadi 2.800 kg per hektare. Teknologi yang dikenalkan BBPBAP Jepara terbukti efisien dengan rata-rata konversi pakan (FCR) 1,13. Ini awal yang menggembirakan, terlebih permintaan bandeng mulai terbuka lagi setelah pandemi COVID-19,” kata Sakiyanto, mengutip dari ANTARA pada Kamis (13/1).

3 dari 4 halaman

Punya Nilai Tambah

ikan bandeng

Liputan6.com/Angga Yuniar

Sakiyanto mengatakan, adanya dukungan dari BBPBAP Jepara membuat bisnis itu mempunyai nilai tambah guna mengembangkan bisnis-bisnis lainnya. Sebagai contoh, saat ini telah dibentuk kelompok pengolah yang melibatkan ibu-ibu.

Dengan dibentuknya kelompok ini, diharapkan akan muncul UMKM pengolah khusus produk bandeng “Bumi Kartini”. Dalam waktu dekat juga akan dibangun rumah produksi untuk diversifikasi produk. Hal ini dikarenakan bandeng memiliki produk olahan yang cukup banyak di antaranya bandeng presto, bandeng cabut duri, dan lainnya.

Mengenai hal ini, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP sendiri akan menjadikan salah satu desa di Jepara, yakni Desa Ujung Watu, sebagai kampung bandeng “Bumi Kartini”. Nantinya semua proses produksi sampai produk akhir akan dilakukan secara terpusat.

4 dari 4 halaman

Model Bisnis Budi Daya Bandeng

Moh Arifin mengatakan BBPBAB Jepara berupaya untuk terus berperan di tengah masyarakat dengan menciptakan model bisnis pengembangan ekonomi lokal berbasis budi daya terintegrasi.

Konsep budi daya seperti ini diharapkan akan meningkatkan nilai tambah ekonomi dan ada jaminan rantai pasok yang efisien, di mana hasil produksi akan diimbangi dengan akses pasar yang terbuka.

Dengan begitu Jepara bisa menjadi model bagi daerah lain untuk menggerakkan perekonomian lokal dan daerah. 

[shr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jateng
  3. DIY
  4. Berita
  5. Jepara
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini