Sama-sama Ditandai Batuk, Ini Beda Covid-19 dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Kamis, 19 November 2020 15:11 Reporter : Merdeka
Sama-sama Ditandai Batuk, Ini Beda Covid-19 dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis paru-paru covid. ©2020 Merdeka.com/pixabay.com

Merdeka.com - Virus corona Covid-19 yang merebak di Indonesia sejak Maret 2020 membuat banyak orang khawatir. Perbedaan gejala spesifik Covid-19 antara satu orang dengan yang lain, bisa membuat orang cepat panik ketika mengalami salah satu gejala saja. Misalnya ketika mengalami sesak napas, ada yang berpikiran mengalami Covid-19.

Tidak semua sesak napas termasuk Covid-19. Diagnosis Covid-19 perlu melewati pemeriksaan khusus yakni RT PCR (swab test) yang mendeteksi materi genetik virus dan tes lain terkait. Sementara sesak napas lain yang perlu diperhatikan ialah penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Mengutip laman kemkes.go.id, PPOK yang dulunya bernama Penyakit Paru Obstruktif Menahun ini ditandai adanya perlambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Perlambatan ini umumnya bersifat progresif dan berkaitan dengan respons inflamasi yang abnormal terhadap partikel atau gas iritan.

Ada dua gejala PPOK dan Covid-19 yang sama, yakni sesak napas dan batuk. Bedanya, penderita PPOK mengalami batuk berdahak lebih banyak ketimbang penderita Covid-19.

"Orang PPOK kebanyakan punya dahak. Sedangkan pada orang dengan Covid, agak lebih banyak yang tidak berdahak. Jadi batuknya kering," kata dr. Budhi Antariksa, Sp.P (K), PhD, dokter ahli kesehatan paru dalam bincang Instagram Live 'Pejuang Penyakit Paru Kronik di Masa Pandemi' yang diselenggarakan oleh komunitas Sepenuh Napas bekerjasama dengan Klikdokter belum lama ini.

Perwakilan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PPDPI) itu melanjutkan bahwa secara garis besar Covid-19 disertai gejala lain seperti demam, nyeri otot, flu, diare, hingga berkurangnya daya penciuman. Sementara PPOK jarang ditandai demam dan tidak disertai gejala yang dialami penderita Covid-19.

Saat Covid-19 disebabkan virus corona, PPOK lebih dipicu partikel-partikel polusi udara yang berbahaya bagi pernapasan dan kebiasaan merokok.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Corona Covid
  3. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini