Pesawat Penerbangan Medis Jatuh di Filipina, Ini 5 Faktanya

Senin, 30 Maret 2020 14:00 Reporter : Denny Marhendri
Pesawat Penerbangan Medis Jatuh di Filipina, Ini 5 Faktanya GMA/Danny Pata

Merdeka.com - Salah satu maskapai penerbangan di Filipina yang bernama Lionair mengalami kecelakaan. Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (29/3) malam di Bandar Udara Ninoy Aquino. Pesawat dari maskapai tersebut meledak saat berada di landasan pacu.

Informasi yang dilansir dari Manila Bulletin pada Minggu (29/3), tidak ada yang selamat dari kecelakaan pesawat tersebut. Dilaporkan ada delapan orang yang tewas. Berikut lima fakta tentang kecelakaan pesawat medis di Filipina yang telah merdeka.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (30/3/2020).

1 dari 5 halaman

1. Pesawat Medis

Informasi yang dilansir dari Phill Star, pesawat yang terdaftar sebagai IAI 1124A Westwind II tersebut akan menuju Bandara Haneda di Jepang. Pesawat tersebut terbang dengan tujuan penerbangan medis.

Menurut laporan, pesawat tersebut membawa empat awak pesawat yang terdiri dari dokter, perawat, dan warga negara Kanada yang diyakini sebagai pasien serta seorang rekannya dari Amerika. Dokter dan perawat yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut juga akan ditugaskan di Jepang guna menangani wabah virus Corona.

2 dari 5 halaman

2. Pesawat Terbakar Ketika Lepas Landas

kecelakaan pesawat

GMA/Danny Pata

Sejumlah saksi mata yang berada di Bandar Udara Ninoy Aquino mengatakan pesawat tersebut terbakar ketika lepas landas. Salah satu cuplikan video yang bisa ditemukan di media sosial adalah hasil tangkapan jurnalis multimedia ABS-CBN. Dirinya mengunggah video tersebut di Twitter dengan aku pribadinya.

Penyelidikan di dalam insiden tersebut mengatakan ada kebocoran yang menyebabkan pesawat meledak. Terlebih, pesawat tersebut juga memuat sebanyak 4 ton bahan bakar, maka pemadam kebakaran bandara mengalami kesulitan dalam menjinakkan kebakaran di insiden tersebut.

3 dari 5 halaman

3. Dua Kali Jatuh dalam 7 Bulan Terakhir.

Sebelum insiden ini terjadi, pesawat di maskapai yang sama juga mengalami kecelakaan pada 1 September 2019. Sebuah pesawat dengan jenis King Air 350 jatuh di Kota Calamba, Filipina. Hal tersebut dikarenakan pesawat mengalami kerusakan saat masih berada di udara.

Informasi yang dilansir dari GMA News, bagian-bagian dari pesawat tersebut terjatuh di tiga area yang terpisah, yaitu Purok Dos, Purok Tres, dan Purok Singko. Insiden tersebut memakan sebanyak sembilan korban meninggal yang terdiri dari satu pilot, satu kopilot, satu dokter, dua perawat, satu mekanik pesawat dan satu siswa lulusan sekolah penerbangan.

4 dari 5 halaman

4. Sanksi Larangan Terbang

Setelah kedua insiden kecelakaan tersebut terjadi, maka otoritas penerbangan Filipina akan berencana memberikan sanksi larangan terbang. Sanksi larangan terbang tersebut ditujukan kepada maskapai Lionair yang juga merupakan perusahaan Filipina yang menyediakan pesawat maupun helikopter carteran.

Informasi yang dilansir dari GMA News, untuk memberikan sanksi larangan terbang pihak otoritas penerbangan Filipina masih melakukan penyelidikan.

"Saat ini langkah awal yang kami perhatikan adalah melarang terbang seluruh armada (Lionair Inc). Insiden ini cukup memprihatinkan dan kami sedang melihat catatannya secara mendalam. Jelas, kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh tentang ini dan kemudian kami akan memberi tahu operator tindakan atau langkah yang harus diambil," jelas Kapten Donaldo Mendoza selaku Wakil Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP).

5 dari 5 halaman

5. Bukan Lion Air Indonesia

Maskapai yang mengalami insiden tersebut bukan maskapai Lion Air yang beroperasi di wilayah udara di Indonesia. Pihak Lion Air Group di Indonesia telah menyatakan pesawat tersebut bukan miliknya. Karena Lion Air Indonesia belum membuka penerbangan yang beroperasi di Manila.

Sekadar informasi, maskapai tersebut beroperasi di Manila dengan basis operasi di Pasay City dan perusahaan tersebut bernama Lionair Inc.

[dem]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini