Perokok Punya Risiko Meninggal Lebih Besar karena COVID-19, Ini Kata Pakar UGM

Kamis, 3 Juni 2021 14:51 Reporter : Shani Rasyid
Perokok Punya Risiko Meninggal Lebih Besar karena COVID-19, Ini Kata Pakar UGM Ilustrasi rokok. Shutterstock/donikz

Merdeka.com - Wabah COVID-19 masih berlangsung dan tak tahu kapan akan berhenti. Korban demi korban meninggal berjatuhan. Biasanya, mereka yang banyak menjadi korban adalah para lansia atau orang dengan penyakit penyerta.

Namun ternyata, ada perilaku tertentu yang membuat orang punya risiko meninggal dunia lebih tinggi akibat COVID-19. Perilaku itu adalah merokok.

Hal itulah yang diungkapkan oleh peneliti dari Departemen Ilmu Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial FK-KMK UGM Bagas Suryo Bintoro. Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat terutama para perokok bisa berhenti merokok untuk mengurangi risiko terpapar COVID-19.

“Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok, sebab berhenti merokok bermanfaat bagi kesehatan sehingga harus didukung oleh semua pihak,” kata Bagas dikutip dari Liputan6.com pada Rabu (2/5).

Baca Selanjutnya: Proses yang Tidak Mudah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini