Peristiwa 1 Desember: Peringati Hari AIDS Sedunia, Ketahui Sejarah dan Tema 2021

Rabu, 1 Desember 2021 06:00 Reporter : Ayu Isti Prabandari
Peristiwa 1 Desember: Peringati Hari AIDS Sedunia, Ketahui Sejarah dan Tema 2021 HIV/AIDS. ©iStock

Merdeka.com - Setiap 1 Desember masyarakat memperingati Hari AIDS Sedunia. Peringatan ini pun sudah dilakukan lebih dari 30 tahun, dihitung sejak kali pertama diadakan tahun 1988. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit HIV/AIDS masih menjadi perhatian masyarakat di bidang kesehatan secara global.

Hingga kini, kasus penyakit HIV/AIDS di masyarakat masih berada pada angka besar. Bahkan dikatakan, penyakit mematikan ini telah merenggut sekitar 33 juta jiwa di seluruh dunia. Meskipun begitu, saat ini, infeksi HIV menjadi penyakit kronis yang dapat dirawat dengan berbagai pengobatan. Hal ini memungkinkan penderitanya dapat bertahan hidup lebih lama dan sehat.

Namun sayangnya, kesadaran dan solidaritas masyarakat terhadap orang-orang yang mengidap penyakit ini masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari stigma buruk dan pengucilan yang masih terjadi di masyarakat. Dalam hal ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak berhenti untuk mengajak dan membangun kesadaran serta dukungan masyarakat untuk bersama-sama menghadapi epidemik ini.

Sehingga penting bagi masyarakat untuk mengedukasi diri sendiri dan orang sekitar tentang penyakit HIV/AIDS. Mulai dari sejarah, berbagai fakta dan data, hingga tema yang diangkat pada peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2021.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut kami merangkum berbagai informasi mengenai peristiwa 1 Desember yang diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia, perlu Anda simak.

2 dari 4 halaman

Sejarah dan Tema Hari AIDS Sedunia

kenali hivaids mulai dari gejala hingga pengobatan yang harus dijalani
fimela.com ©2020 Merdeka.com

Sejarah

Untuk meningkatkan pemahaman mengenai peristiwa 1 Desember yang diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia, bisa dimulai dengan memahami sejarahnya terlebih dahulu. Seperti disebutkan sebelumnya, pertama kali Hari AIDS Sedunia didirikan pada 1 Desember 1988. Awalnya gagasan peringatan Hari AIDS Sedunia bermula dari seorang jurnalis yang berupaya memanfaatkan celah media antara pemilihan presiden AS tahun 1988 dan momen Natal.

James Bunn, seorang jurnalis penyiaran yang kini ini menempati pos di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakin bahwa khalayak dapat tertarik pada berita tersebut setelah melakukan liputan kampanye hampir satu tahun. Bunn dan koleganya, Thomas Netter, bahwa 1 Desember adalah tanggal yang tepat dan untuk merancang dan mengimplementasikan acara perdana tersebut.

Pada peringatan awal, Hari AIDS Sedunia pertama difokuskan pada tema anak-anak dan remaja untuk meningkatkan kesadaran terhadap dampak AIDS pada keluarga, tidak hanya kelompok yang biasa distigmatisasi oleh media (termasuk laki-laki gay dan biseksual dan pengguna narkoba suntikan).

Kemudian pada 1996, operasi Hari AIDS Sedunia diambil alih oleh Program Bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang HIV / AIDS (UNAIDS), yang memperluas cakupan proyek menjadi kampanye pencegahan dan pendidikan setiap tahun.

Tema Hari AIDS Sedunia 2021

Penyakit HIV/AIDS kini masih menjadi salah satu masalah utama dalam dunia kesehatan mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Meskipun sudah diperingati setiap tahun, namun belum terdapat kemajuan yang signifikan dalam rentang beberapa dekade terakhir. Bahkan dikatakan, target global belum dapat terpenuhi di tahun 2020.

Selain itu, kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini masih mengancam semakin memperburuk ketidakadilan dan gangguan layanan yang belum menyeluruh, bagi banyak orang yang hidup dengan HIV/AIDS. Dengan latar belakang ini, peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2021 mengangkat tema “End Inequalities. End AIDS.”

Tema ini berfokus untuk menjangkau orang-orang di daerah tertinggal untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang semakin baik sehingga dapat mengatasi masalah ketidakadilan dan ketidaksetaraan. Dalam hal ini, WHO juga menyerukan para pemimpin global untuk membantu upaya ini agar penanganan kesehatan bagi penderita lebih baik dan risiko HIV/AIDS di masyarakat semakin menurun.

3 dari 4 halaman

Fakta dan Data

Setelah mengetahui sejarah dan tema peringatan Hari AIDS Sedunia 2021, berikutnya Anda juga perlu memahami fakta dan data terakhir tentang penyakit ini. Dengan memahami fakta yang ada, bisa meningkatkan kesadaran Anda pentingnya melakukan pencegahan dan mendukung upaya dalam mengatasi ketidakadilan bagi penderita HIV/AIDS di lingkungan terdekat.

Berikut beberapa fakta dan data yang perlu Anda ketahui:

  • HIV terus menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang utama, sejauh ini telah merenggut 36,3 juta (27,2-47,8 juta) nyawa.
  • Tidak ada obat untuk infeksi HIV. Namun, dengan meningkatkan pencegahan, diagnosis, pengobatan, dan perawatan HIV yang efektif, penyakit dapat dikelola lebih baik dan memungkinkan penderita dapat menjalani hidup yang panjang dan sehat.
  • Diperkirakan ada 37,7 juta (30,2–45,1 juta) orang yang hidup dengan HIV pada akhir tahun 2020, lebih dari dua pertiganya (25,4 juta) berada di Wilayah Afrika WHO.
  • Pada tahun 2020, 680.000 (480.000-1,0 juta) orang dilaporkan meninggal akibat penyebab HIV dan 1,5 juta (1,0-2,0 juta) terkonfirmasi positif HIV.
  • Untuk mencapai target global baru yang diusulkan 95-95-95 dan ditetapkan oleh UNAIDS, masyarakat perlu melipatgandakan upaya untuk menghindari skenario terburuk 7,7 juta kematian terkait HIV selama 10 tahun ke depan, risiko meningkatnya infeksi HIV karena gangguan layanan kesehatan selama Covid-19, dan respons kesehatan masyarakat yang melambat terhadap HIV.
4 dari 4 halaman

Kampanye Hari AIDS Sedunia 2021

kenali hivaids mulai dari gejala hingga pengobatan yang harus dijalani
alodokter.com ©2020 Merdeka.com

Setelah mengetahui beberapa data dan fakta terkait penyakit HIV/AIDS, terakhir terdapat beberapa gerakan yang bisa dilakukan masyarakat maupun pemerintah untuk mendukung upaya penanganan kasus HIV dan masalah ketidaksetaraan yang ada.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Berkomitmen kembali untuk mengakhiri penularan dan penyebaran HIV serta mendukung upaya untuk mengatasi ketidaksetaraan di masyarakat, baik stigma bagi penderita maupun ketidakadilan layanan kesehatan.
  • Atasi HIV dan Covid-19 bersama-sama. Meskipun Covid-19 menjadi ancaman besar bagi dunia kesehatan saat ini, namun masalah HIV/AIDS di masyarakat tidak boleh dilupakan. Kedua penyakit ini menjadi sumber masalah besar yang harus diatasi bersama.
  • Fokus pada kesetaraan dengan cara menjamin akses informasi pencegahan, layanan pengujian, pengobatan, dan perawatan HIV.
  • Meningkatkan fokus pada negara dengan populasi HIV yang semakin meningkat dengan cara memberikan akses layanan kesehatan yang semakin mudah.
[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini