5 Fakta Peringatan Hari Bumi di Pegunungan Kendeng yang Berlangsung Tegang

Kamis, 23 April 2020 07:43 Reporter : Shani Rasyid
5 Fakta Peringatan Hari Bumi di Pegunungan Kendeng yang Berlangsung Tegang Ketua RT Berkelahi dengan Warga. Instagram/@plg_kucarkacir©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Di tengah pandemi Virus Corona, para petani Kendeng tak hentinya melakukan demo untuk menolak kegiatan tambang di daerah itu. Pada Minggu (19/4) mereka ramai-ramai mendatangi lokasi tambang di Pegunungan Kendeng Utara, Dukuh Batu, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Di sana mereka membentangkan berbagai poster bernada penolakan terhadap keberadaan tambang itu. Bambang, salah seorang pendemo yang juga merupakan petani Kendeng mengatakan dia dan para petani Kendeng lainnya tetap berpegang pada komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan Pegunungan Kendeng. Menurutnya, sudah selayaknya semua orang mengingatkan jika ada pengrusakan alam di sekitarnya.

Namun beberapa hari kemudian, aksi demo itu justru menjadi semakin tegang. Peristiwa itu berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Bumi sekaligus perayaan Hari Kartini. Para pendemo itu justru mendapat makian dan pengusiran.

1 dari 5 halaman

Minta Aktivitas Tambang Dihentikan

demo petani kendeng

2020 liputan6.com

Suharno, seorang petani Kendeng mengatakan aksi demo itu dilakukan dengan tujuan aktivitas tambang itu bisa dihentikan. Menurutnya, dalam dasar-dasar Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) di sana sudah jelas. Penambangan di tempat itu bisa berdampak buruk bagi keadaan lingkungan sekitar.

"Kalau hujan kebanjiran. Kalau kemarau juga kekurangan air. Jadi minta kesadaran. Walaupun semua itu sudah izin atau tidak ada izin, ya tetap harus dihentikan. Lagi pula sudah jelas, jika jarak antara pemukiman dan lokasi penambangan itu cukup dekat maka itu tidak boleh ditambang," ujar Suharno dilansir Liputan6.com pada Senin (20/4).

2 dari 5 halaman

Sudah Saatnya Penambang Sadar

demo petani kendeng

2020 liputan6.com

Selain itu, Gunarti, aktivis Kendeng yang merupakan seorang Sedulur Sikep mengingatkan sudah saatnya para penambang dan semua pihak sadar dan berhati-hati terhadap kerusakan lingkungan yang telah diperbuat selama ini.

"Semoga bisa menjadikan tergugahnya rasa saudara-saudara yang melakukan penambangan di Gadu. Semoga mulai hari ini sama-sama berhati-hati," ucap Gunarti dilansir Liputan6.com.

3 dari 5 halaman

Gunarti Mendapat Makian dan Pengusiran

kendeng di istana

2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Dua hari kemudian, atau bertepatan dengan Hari Bumi (22/4), kondisi di kawasan penambangan itu menjadi tegang. Gunarti yang telah melakukan aksi demo selama berhari-hari mendapat makian dan pengusiran.

Ceritanya, Gunarti terus mengingatkan para penambang itu tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghormati bumi. Merasa tersentil, seorang warga yang pro terhadap penambangan di sana berkata kasar.

"Ngomong dengan saya, ayo segera ngomong," ucap seorang pria berbadan besar.

"Anakku kalau sampai lapar gara-gara tidak bisa ngasih makan, saya bunuh semua," teriak warga lainnya.

4 dari 5 halaman

Warga Mengintimidasi Petani Kendeng

kaki akademisi kendeng

2018 merdeka.com/imam buhori

Dalam peristiwa itu, para penambang terus melakukan intimidasi terhadap petani Kendeng. Para penambang itu ingin bertemu Gunretno, kakak Gunarti, agar konflik itu bisa diselesaikan segera.

Mereka mengaku bersedia kalau penambangan itu ditutup, tapi syaratnya Gunretno harus datang untuk menemui para penambang itu. Gunretno sendiri selama ini dikenal sangat vokal menyuarakan kelestarian Pegunungan Kendeng.

"Tidak boleh pulang sampai Gunretno ke sini. Jika tambang ingin ditutup, saya siap menutup tapi Gunretno harus ke sini, teriak seorang warga pro tambang," dilansir Liputan6.com pada Rabu (22/4).

5 dari 5 halaman

Hanya Sekedar Mengingatkan

kendeng

2016 merdeka.com/arie basuki

Warga yang pro tambang itu sebenarnya merasa legowo dengan aksi para petani Kendeng itu yang menolak keberadaan tambang. Gunarti sendiri berkata kalau aksinya itu merupakan bentuk pengingat untuk tetap menjaga kelestarian alam, apalagi momennya bertepatan dengan peringatan Hari Bumi.

"Hanya mengingatkan kepada saudara-saudara di Gadudero bagi yang bisa diingatkan. Kalau tidak berkenan ya tidak apa-apa," ucap Gunarti dilansir Liputan6.com pada Rabu (22/4).

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini