Perbedaan Hak Orang Kaya dan Miskin atas Daging Kurban, Perlu Diketahui

Sabtu, 1 Agustus 2020 10:51 Reporter : Ayu Isti Prabandari
Perbedaan Hak Orang Kaya dan Miskin atas Daging Kurban, Perlu Diketahui Ilustrasi kemiskinan. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Seperti diketahui, setiap tahun khususnya di bulan Dzulhijjah, seluruh umat muslim di dunia merayakan Hari Idul Adha. Perayaan ini, bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di kota Mekkah yang dilakukan oleh sebagian umat muslim yang telah mampu. Bukan hanya itu, pada Hari Raya Idul Adha seluruh umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan ibadah berkurban.

Ibadah kurban ini biasanya dilakukan dengan kegiatan penyembelihan hewan sapi dan kambing. Selanjutnya daging hasil sembelihan sapi dan kambing tersebut akan dibagikan ke masyarakat.

Pembagian daging kurban ini lebih diutamakan kepada masyarakat miskin atau kurang mampu. Meskipun begitu, pembagian daging umumnya juga diberikan pada seluruh masyarakat, termasuk orang kaya. Hal ini dilakukan agar semua masyarakat dapat merasakan dan menikmati berkah dari Allah SWT.

Namun perlu diketahui, bahwa terdapat perbedaan hak orang kaya dan miskin atas daging kurban yang dibagikan. Hal ini tidak lain berkaitan dengan hak pemanfaatan daging kurban itu sendiri.

Di mana orang miskin diberikan hak secara penuh atas daging kurban yang telah diterima. Sedangkan orang kaya tidak memiliki hak secara utuh.

Lalu bagaimana penjelasan perbedaan hak orang kaya dan miskin atas daging kurban. Dan alasan apa yang mendasari aturan tersebut.

Dilansir dari laman Nu Online, berikut kami telah merangkum ulasan perbedaan hak orang kaya dan miskin atas daging kurban yang perlu Anda ketahui.

Baca Selanjutnya: Hak Orang Miskin...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini