Penyebab Keputihan, Atasi dengan Konsumsi Bahan Makanan Ini

Sabtu, 15 Februari 2020 07:07 Reporter : Ayu Isti Prabandari
Penyebab Keputihan, Atasi dengan Konsumsi Bahan Makanan Ini Penyebab keputihan tidak wajar. © boldsky.com

Merdeka.com - Keputihan merupakan hal yang tidak asing bagi kaum wanita. Bahkan setiap wanita selalu mengalami keputihan setiap kali menjelang menstruasi. Sebenarnya keputihan adalah hal yang wajar terjadi ketika masih dalam kondisi yang normal. Tetapi terdapat sebagian orang yang mengalami keputihan cukup parah, sehingga sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari.


Pada dasarnya keputihan adalah kondisi keluarnya cairan berbentuk lendir dari vagina. Dikatakan bahwa keputihan merupakan cara alami tubuh menjaga kebersihan dan kelembaban organ kewanitaan. Keluarnya cairan yang diproduksi vagina dan leher rahim ini membawa bakteri dan sel mati, sehingga vagina tetap terjaga dari infeksi.


Normalnya, keputihan terjadi pada wanita yang masih mengalami menstruasi. Keputihan juga dialami oleh ibu hamil karena adanya perubahan hormon. Keputihan ini akan berhenti ketika seorang wanita sudah memasuki masa menopause.


Keputihan yang dialami seorang wanita, dikatakan normal ketika cairan yang keluar berwarna bening dan putih yang menyerupai telur mentah, bertekstur encer sedikit kental dan lengket, tidak berbau, serta tidak menimbulkan rasa gatal dan nyeri. Keputihan yang keluar dengan warna putih pekat atau sedikit kecoklatan juga masih dikatakan normal. Biasanya keputihan semacam ini menjadi tanda akan memasuki masa menstruasi.


Sedangkan sebagian orang yang mengalami keputihan abnormal, biasanya cairan yang keluar berbau menyengat seperti bau amis, jumlah cairan yang keluar banyak, berwarna kuning, kehijauan atau keabu-abuan dan kental bahkan menggumpal, terasa nyeri dan gatal pada vagina, serta vulva dan vagina tampak bengkak kemerahan. Jika terjadi tanda-tanda seperti diatas saat terjadi keputihan, perlu diwasapadai.

1 dari 3 halaman

Penyebab Keputihan

Keputihan biasanya terjadi akibat adanya perubahan hormon yang dialami seorang wanita. Seperti pada perubahan hormon yang terjadi pada wanita di setiap siklus menstruasinya. Juga pada wanita yang sedang hamil, sering kali mengalami keputihan karena perubahan hormon kehamilan yang dialaminya. Selain faktor perubahan hormon, keputihan juga dapat terjadi saat wanita mendapatkan rangsangan seksual, menyusui hingga stres.


Sedangkan pada wanita yang mengalami keputihan abnormal, lebih disebabkan karena adanya infeksi baik dari jamur, bakteri (vaginosis bakterialis, gonore, chlamydia) atau parasit (trikomoniasis). Keputihan yang disebabkan oleh infeksi ini biasanya menjadi tanda terjadinya penyakit kanker rahim atau leher rahim.


Terdapat beberapa faktor yang membuat seorang wanita lebih rentan mengalami keputihan abnormal, yaitu :

  • Mengonsumsi pil KB atau obat kortikosteroid
  • Mempunyai riwayat penyakit diabetes
  • Sering melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan atau tanpa kondom
  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh, misalnya penyakit HIV
  • Terdapat iritasi di dalam atau sekitar vagina
  • Menipisnya dinding vagina akibat menopause
  • Terlalu sering membersihkan area kewanitaan dengan semprotan air
  • Menggunakan sabun atau losion yang mengandung parfum atau pewangi.
2 dari 3 halaman

Cara Menghindari Keputihan

Untuk menghindari terjadinya keputihan yang tidak normal, satu-satunya cara yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan dan kesehatan vagina. Jika vagina dapat terjaga dengan bersih dan sehat risiko keputihan abnormal yang bisa berdampak pada penyakit kanker bisa lebih terminimalisir.


Berikut merdeka.com merangkum beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan vagina :

  1. Menjaga vagina untuk tetap kering dan tidak lembab. Ini dapat dilakukan dengan cara menghindari pemakain celana ketat, pakai celana dalam dengan bahan katun agar udara bisa masuk, tidak mengenakan celana dalam saat tidur di malam hari, membersihkan kemaluan dari depan ke belakang bukan sebaliknya.
  2. Membersihkan vagina cukup dengan menggunakan air hangat saja. Produk-produk sabun kewanitaan yang di jual di pasaran sebenarnya tidak baik digunakan. Secara alami vagina bisa membersihkan dari bakteri dan sel mati dengan sendirinya. Menggunakan sabun kewanitaan untuk membersihkan vagina justru merusak keseimbangan alami bakteri dan jamur di dalamnya.
  3. Hindari penggunaan parfum atau bedak pada vagina. Seperti halnya sabun kewanitaan, parfum dan bedak juga dapat merusak keseimbangan bakteri dan jamur dalam vagina.
  4. Hindari penggunaan pembalut dan tisu yang mengandung parfum.
  5. Ganti pembalut secara teratur saat menstruasi
  6. Konsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang
  7. Konsumsi yoghurt atau suplemen yang mengandung lactobacillus
  8. Hindari terlalu sering berendam dalam air panas
  9. Cuci pakaian dalam dengan air hangat
3 dari 3 halaman

Makanan yang Dapat Mencegah Keputihan

Selain menjaga kebersihan dan kesehatan vagina, mencegah atau meminimalisir terjadinya keputihan yang abnormal juga dapat dibantu dengan mengonsumsi beberapa makanan sebagai berikut :


1. Pisang

2020 Merdeka.com

Pada dasarnya wanita mengalami keputihan dilarang mengonsumsi gula atau makanan yang mengandung gula terlalu banyak. Karena kandungan gula tersebut dapat meningkatkan produksi keputihan. Dengan demikian, pisang bisa menjadi pilihan makanan sebagai pengganti gula. Wanita disarankan untuk mengonsumsi 2 buah pisang setiap harinya.


2. Sayuran Hijau

2020 Merdeka.com


Sudah tidak diragukan lagi berbagai sayuran hijau mempunyai banyak kandungan yang bermanfaat untuk tubuh. Kandungan yang banyak terdapat dalam sayuran hijau bermanfaat untuk menangkal radikal bebas bahkan dapat membunuh jamur saat keputihan. Banyaknya macam sayur bisa menjadi pilihan untuk olahan makanan setiap hari.


3. Daun Sirih

2020 Merdeka.com


Daun sirih memang dikenal sebagai bahan yang baik untuk organ kewanitaan, salah satunya adalah untuk mengatasi keputihan. Untuk mengonsumsi daun sirihi dapat dilakukan dengan merebus beberapa lembar daun sirih lalu meminum air seduhannya. Dengan meminum seduhan daun sirih secara rutin akan didapatkan manfaat secara maksimal.

[ayi]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini