Penuh Haru, Begini Kisah Kehidupan Santri Asal Papua di Demak

Senin, 10 Mei 2021 12:42 Reporter : Shani Rasyid
Penuh Haru, Begini Kisah Kehidupan Santri Asal Papua di Demak Kisah santri Papua di Demak. ©2021 Liputan6.com

Merdeka.com - Hidup jauh dari orang tua memang berat. Tak hanya harus hidup mandiri, seseorang juga harus bisa menahan rasa kangen yang amat besar.

Itulah yang dirasakan Riberry Siras alias Mukhlis (17). Santri asal Suku Asmat Papua itu harus rela tinggal jauh dari kedua orang tuanya di Papua demi menuntut ilmu di Pondok Pesantren La Tansa, Cangkring, Kecamatan Karanganyar, Demak.

Pada awalnya, tak pernah terbersit sama sekali di bayangan bahwa dia akan menjalani kehidupan masa remaja dengan menjadi mualaf dan kemudian mendalami ajaran Islam dengan menjadi santri. Bersama 11 pemuda asal Papua lainnya, dia berlayar menuju tanah Jawa demi menjadi pribadi yang lebih baik dalam memahami dan menjalani tuntunan agama.

“Saya baru satu tahun di pondok ini. Mulai syahadatnya di Bekasi enam tahun lalu,” turur Mukhlis dikutip dari Liputan6.com pada Minggu (9/5). Berikut selengkapnya:

Baca Selanjutnya: Penuh Haru...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini