Penerapan Protokol Kesehatan di Barak Pengungsian Merapi

Sabtu, 21 November 2020 20:02 Reporter : Merdeka
Penerapan Protokol Kesehatan di Barak Pengungsian Merapi Pengungsian merapi. ©2020 Merdeka.com/ @Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Usai BPPTKG mengumumkan peningkatan aktivitas Gunung Merapi sehingga berstatus Siaga (level III), jarak aman dari merapi kini menjadi 5 km. Sejumlah warga pun sudah mengungsi ke barak-barak yang disediakan. Barak pengungsi erupsi Gunung Merapi di Desa Glagaharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta sudah didesain sesuai prosedur protokol kesehatan. Pada kondisi pandemi Covid-19, upaya mitigasi bencana juga perlu disiapkan dengan matang oleh pemerintah daerah maupun pihak-pihak yang terkait. Terlebih akan ada banyak orang yang berada di lokasi pengungsian.

Dilansir merdeka.com dari covid19.go.id, hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.
"Karena harus disesuaikan dengan bencana non alam yaitu pandemi Covid-19. Kontigensi plan dan mitigasi risiko harus disiapkan dengan matang untuk meminimalisir kerugian bahkan korban jiwa pada sektor terdampak termasuk memastikan lokasi pengungsian, yang akan digunakan untuk dapat meminimalisir penularan Covid-19," ungkapnya.

Satgas Penanganan COVID-19 meminta pemerintah daerah, khususnya yang wilayahnya rawan bencana, segera menyiapkan segala peralatan dan fasilitas sesuai protokol kesehatan. Bagi masyarakat tetap patuhi 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama di lokasi pengungsian.

Baca Selanjutnya: Protokol Kesehatan di Barak Pengungsian...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini