Penanganan Cepat, 4 Negara Ini Umumkan Nol Kasus Covid-19

Rabu, 6 Mei 2020 17:33 Reporter : Denny Marhendri
Penanganan Cepat, 4 Negara Ini Umumkan Nol Kasus Covid-19 negatif corona. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Beberapa negara di dunia telah melakukan penanganan yang cepat demi mengakhiri masa wabah virus corona. Penanganan cepat tersebut akhirnya bisa membuat tidak adanya kasus virus corona lagi yang terjadi di negara tersebut.

Ada negara yang menerapkan lockdown di wilayahnya, ada juga negara yang tidak melakukan lockdown seperti di Korea Selatan. Beberapa negara yang telah menetapkan lockdown akhirnya bisa dilonggarkan karena sudah tidak ada kasus virus corona dalam beberapa hari terakhir.

Berikut ini negara-negara yang telah umumkan nol kasus virus corona dalam beberapa hari terakhir.

1 dari 4 halaman

1. Selandia Baru

selandia baru corona

AP Photo/Mark Baker

Di Selandia Baru sudah tidak ada laporan mengenai kasus virus corona sejak hari Senin (4/5) kemarin. Laporan tersebut merupakan laporan pertama kali sejak tanggal 16 Maret lalu.

Informasi yang dilansir dari Channel News Asia, laporan di Selandia Baru tersebut tidak ada tambahan jumlah meninggal pada 20 kasus tambahan terkait virus corona.

Ashley Bloomfield selaku Direktur Jenderal Departemen Kesehatan Selandia Baru mengatakan bahwa keberhasilan di Selandia Baru merupakan upaya kerjasama yang dilakukan semua warganya.

"Ini adalah hari pertama kami tidak memiliki kasus baru dan kami ingin tetap seperti itu," jelas Ashley.

Sedangkan masih banyak warga Selandia Baru yang masih tetap bekerja dan belajar dari rumah dan untuk aktivitas perekonomian akan diizinkan beroperasi. Ashley juga mengimbau warganya untuk tetap melakukan penjagaan jarak.

2 dari 4 halaman

2. Vietnam

suasana vietnam usia meredam penyebaran covid 19

©2020 REUTERS/Kham

Di tanggal yang sama dengan Selandia Baru, Vietnam telah memperbolehkan murid-murid sekolah untuk dapat kembali ke sekolahnya. Hal itu dilakukan setelah Vietnam melonggarkan kebijakan lockdown.

Keputusan tersebut yang dilakukan karena setela 17 hari berturut-turut tidak ada kasus virus corona di Vietnam. Sedangkan upaya yang dilakukan Vietnam untuk menekan kasus virus corona adalah dengan cara karantina massal dan melakukan pelacakan kontak dari pasien kasus virus corona.

Informasi yang dilansir dari AFP, para murid yang telah masuk sekolah kembali tetap melakukan protokol kesehatan yang sesuai. Para siswa tersebut masih tetap menggunakan masker dan melakukan cek suhu tubuh di sekolah.

"Saya merasa aman karena memakai masker dan suhu tubuh dicek. Tetapi saya tidak takut terpapar virus," ungkap seorang siswa bernama Pham Anh Kiet.

3 dari 4 halaman

3. China

lockdown di wuhan resmi berakhir

©Noel Celis/AFP

Sementara kondisi persebaran virus corona di China mulai menurun. Hingga pada hari Minggu (3/5) kemarin, sudah tidak ada lagi kasus baru yang dikonfirmasi dari virus corona.

Informasi yang dilansir dari Xinhua, Komisi Kesehatan Provinsi China telah melaporkan tidak ada kasus virus corona selama 30 hari berturut-turut sejak 4 April lalu. Sedangkan untuk wilayah di luar Wuhan, tidak ada kasus virus corona selama 60 hari berturut-turut.

Namun demikian, wilayah itu masih memiliki 654 kasus tanpa gejala yang berada dalam pengawasan medis. Sedangkan sembilan kasus tambahan dan membebaskan enam pasien dari karantina pada Minggu.

4 dari 4 halaman

4. Korea Selatan

kasus corona di korea selatan

©2020 AFP Photo/Jung Yeon-je

Sedangkan untuk persebaran virus corona di Korea Selatan tidak adanya kasus virus corona di dalam transisi domestiknya. Kemudian untuk transisi dari luar negeri hanya di bawah lima.

Informasi yang dilansir dari Yonhap, pada Selasa (5/5) 3 kasus virus corona baru dilaporkan oleh usat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC). Namun, 3 kasus tersebut berasal dari negara lain yang tidak menularkan warga lokal.

Karena kondisi di Korea Selatan sudah mereda, pemerintah telah memutuskan untuk membuka sekolah secara bertahap pada tanggal 13 Mei nanti.

Walaupun bisa dibilang nol kasus lokal dalam beberapa hari terakhir, Korea Selatan tetap mengimbau untuk tetap menjaga jarak dan warga tetap bertanggung jawab atas kondisi kebersihan masing-masing.

"Jarak sosial dalam kehidupan sehari-hari tidak berarti penyebaran Covid-19 telah berhenti. Saat ini, setiap warga bertanggung jawab atas kebersihannya sendiri, guna melindungi diri dari penyebaran virus," ungkap Park Neung-hoo selaku Menteri Kesehatan. [dem]

Baca juga:
China Sebut Tuduhan AS Soal Asal Virus Corona Adalah Strategi Politik Partai Republik
Penanganan Cepat, 4 Negara Ini Umumkan Nol Kasus Covid-19
Peneliti Covid-19 di Amerika Tewas Dibunuh
Lockdown Dilonggarkan, Antrean Pembeli Miras di India Membeludak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini