Pasien Meninggal di Bantul Ternyata Sudah Sembuh dari Corona, Ini 3 Faktanya

Kamis, 9 April 2020 15:15 Reporter : Shani Rasyid
Pasien Meninggal di Bantul Ternyata Sudah Sembuh dari Corona, Ini 3 Faktanya alat tes corona. diy13/shutterstock

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa pasien meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Bantul pada 6 April 2020 lalu sudah dinyatakan sembuh dari COVId-19. Hal itu diungkapkan langsung oleh kepala Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso.

Menurut Sri Wahyu, pasien yang dinyatakan positif pada 26 Maret itu telah dinyatakan negatif COVID-19. Hal itu diketahui dari hasil tes swab tenggorokan terakhir sebelum pasien meninggal.

“Hari ini dinkes Bantul mendapat laporan hasil tes swab tenggorokan yang diambil dari pasien itu dan hasilnya negatif. Itu artinya, pasien itu yang sudah dinyatakan positif pada tes kedua hasilnya negatif. Dia dinyatakan sembuh,” ujar Sri Wahyu dilansir dari Antara.

1 dari 4 halaman

Masih Terdata Sebagai Pasien COVID-19

ruang isolasi

Ruang isolasi

Sri Wahyu menjelaskan pada waktu meninggal pasien itu masih terdata sebagai pasien COVID-19. Hal ini dikarenakan waktu itu hasil lab dari pasien yang tinggal di Kecamatan Jetis itu belum keluar. Oleh karena itu, pada 6 April pemberitaan yang beredar bahwa pasien itu meninggal karena virus Corona.

"Kita sudah terlanjur memasukkannya ke dalam daftar pasien positif yang meninggal. Maka per hari ini kami konformasi pasien meninggal sudah dalam keadaan negatif alias sudah sembuh. Jadi dia meninggal dalam keadaan dia sudah tidak lagi menderita COVID-19," ujar Sri Wahyu dilansir dari Antara.

2 dari 4 halaman

Data Akan Direvisi Dinkes DIY

melihat pembuatan alat tes virus corona di china

2020 AFP Photo/STR/China OUT

Sri Wahyu menjelaskan karena meninggal dalam keadaan sembuh, data tentang jumlah pasien COVID-19 yang meninggal akan direvisi lagi oleh Dinkes DIY. Data itu diubah dengan mengurangi jumlah pasien positif yang meninggal dan menambah jumlah pasien positif COVID-19 yang sembuh. Itu artinya, data akan mengatakan pasien yang meninggal ini terhitung sebagai pasien sembuh karena hasil tes swab ulang dinyatakan negatif.

"Jadi di Bantul per hari ini yang positif tercatat dari awal tetap delapan orang dengan dua orang sembuh dan satu meninggal. Sehingga sekarang masih ada lima orang positif. Kita berharap hasil tes swab terakhir negatif semua," ujar Sri Wahyu dilansir Antara.

3 dari 4 halaman

Belum Jelas Meninggal Karena Penyakit Apa

alat tes virus corona

Reuters

Walaupun telah dinyatakan sembuh dari COVID-19, namun Sri Wahyu tidak bisa memberi keterangan mengenai penyakit yang menyebabkan pasien itu meninggal. Menurutnya, dari awal pasien itu sudah punya penyakit kronis selain COVID-19, namun pihaknya tidak punya wewenang untuk menjelaskan.

"Yang jelas negatif hasilnya. Dia meninggal karena penyakit kronis yang sudah ada. Tapi penyakit apa itu kami tidak bisa jelaskan. Itu dari perawat," kata Sri Wahyu dilansir Antara.

4 dari 4 halaman

Data Terbaru Pasien COVID-19 di Bantul

Mengenai data terbaru pasien COVID-19 di Bantul, per 8 April pasien rawat inap yang berstatus PDP berjumlah 32 orang dan pasien yang terkonfirmasi positif ada 5 orang. Sementara itu orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 5 orang.

"Rumah Sakit yang merawat pasien positif yaitu RS Panembahan Senopati satu orang, RSUP Sardjito satu orang, RSPAU Hardjolukito satu orang RSUD Jogja satu orang, dan RSUD Sleman satu orang," ujar Sri Wahyu dilansir Antara.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini