Pakar UGM Sebut Masyarakat Sudah Kebal Covid-19, Ingatkan Soal Bahaya Ini

Rabu, 29 Juni 2022 11:45 Reporter : Shani Rasyid
Pakar UGM Sebut Masyarakat Sudah Kebal Covid-19, Ingatkan Soal Bahaya Ini Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Kondisi krisis pandemi COVID-19 makin hari makin membaik. Bisa dikatakan aktivitas masyarakat sudah berjalan seperti biasa tanpa ada pembatasan.

Namun belakangan ini kasus COVID-19 di Indonesia kembali meningkat. Hal itu disadari betul oleh epidemolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad. Ia mengatakan bahwa walaupun kasus bertambah, kekebalan masyarakat meningkat sehingga gejala yang ditimbulkan tidak parah.

Hal ini ditunjukkan dengan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit yang mengalami penurunan. Walau begitu ia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bahaya ini, terutama kalau tetap abai terhadap penerapan protokol kesehatan. Berikut selengkapnya:

2 dari 3 halaman

Kekebalan Akan Menurun Seiring Waktu

ilustrasi covid 19

Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Riris mengakui, meskipun kasus COVID-19 mengalami lonjakan akhir-akhir ini, namun tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit mengalami penurunan.

Riris menyebut hal ini disebabkan oleh kekebalan tubuh masyarakat yang meningkat setelah mendapat suntikan vaksin primer dan booster. Apalagi kalau sebelumnya sudah pernah terinfeksi.

Walau begitu dia mengingatkan kalau tingkat kekebalan itu akan menurun seiring berjalannya waktu sehingga protokol kesehatan harus diterapkan.

“Pada saat ini tubuh memang masih punya kekebalan. Tapi kekebalan akan menurun seiring berjalannya waktu,” kata Riris dikutip dari Ugm.ac.id pada Senin (27/6).

3 dari 3 halaman

Tetap Waspada

ilustrasi virus corona
©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Riris mengatakan peningkatan kasus COVID-19 belakangan ini disebabkan oleh libur mudik lebaran dan juga adanya varian baru Omicron BA.4 dan BA.5.

Berkaitan dengan hal itu, Riris mengimbau masyarakat tetap waspada walau pemerintah telah memperbolehkan masyarakat untuk membuka masker saat berada di ruang terbuka. Baginya, kalau metode penularannya masih sama, berarti intervensinya harusnya juga sama, seperti memperketat protokol kesehatan.

“Tetap patuh prokes. Jika punya gejala flu atau kontak dengan kasus positif, segera karantina dan melakukan tes PCR,” kata Riris.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini