Niat Mandi Haid Beserta Artinya, Perhatikan Rukun dan Tata Caranya

Kamis, 2 Desember 2021 14:01 Reporter : Ayu Isti Prabandari
Niat Mandi Haid Beserta Artinya, Perhatikan Rukun dan Tata Caranya Ilustrasi mandi. ©Shutterstock

Merdeka.com - Bagi umat muslim, tentu sudah tidak asing dengan istilah mandi wajib atau mandi besar. Mandi besar merupakan kegiatan membersihkan diri dari hadast besar agar tubuh kembali suci. Dengan begitu, umat muslim dapat melakukan berbagai ibadah dengan sah dan baik di hadapan Allah.

Biasanya mandi wajib ini dilakukan baik pria maupun wanita dalam keadaan junub. Junub di sini diartikan sebagai keadaan keluarnya mani dari alat kelamin laki-laki atau perempuan, baik karena mimpi basah, mempermainkannya, atau gairah yang ditimbulkan dari penglihatan atau pikiran. Selain itu, kondisi junub juga terjadi ketika sepasang pria dan wanita melakukan hubungan seksual.

Bukan hanya itu, mandi wajib juga menjadi kegiatan yang harus dilakukan bagi setiap wanita setelah selesai masa haid. Dengan mensucikan tubuh melalui mandi wajib, Anda bisa kembali melakukan ibadah dalam keadaan baik dan sah. Dalam hal ini, Anda perlu memperhatikan lafal niat mandi haid yang harus dilakukan sebagai syarat sah.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui bagaimana tata cara, rukun, dan adab yang perlu dilakukan saat mandi wajib. Dilansir dari NU Online, berikut kami merangkum niat mandi haid, tata cara, hingga adabnya yang perlu Anda ketahui.

2 dari 4 halaman

Niat Mandi Haid dan Rukunnya

ilustrasi mandi
©Shutterstock

Niat Mandi Haid

Seperti yang telah dijelaskan bahwa membaca niat mandi haid merupakan suatu kewajiban yang perlu dilakukan. Membaca niat ini merupakan salah satu syarat sah dari kegiatan mandi wajib. Sehingga jika ditinggalkan atau diabaikan, kegiatan mandi wajib untuk mensucikan diri menjadi tidak sah dan sia-sia.

Dengan begitu, penting untuk mengetahui bagaimana lafal niat mandi wajib dengan benar. Berikut beberapa niat doa mandi wajib yang perlu Anda ketahui :

Bagi perempuan yang haid atau nifas bisa membaca niat mandi wajib sebagai berikut :

Nawaitul ghusla li raf’il haidli” atau “li raf’in nifâsi

“Saya berniat mandi untuk menghilangkan haidl” atau “untuk menghilangkan nifas”

Bagi orang yang junub, haid, atau nifas, juga bisa membaca niat sebagai berikut :

Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari

“Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar.”

Rukun Mandi Wajib

Setelah mengetahui niat mandi haid, perlu juga untuk memahami apa saja rukun mandi wajib yang harus dilakukan. Menurut Syekh Salim bin Sumair Al-Hadlrami dalam kitabnya Safinatun Naja, terdapat dua rukun dalam melakukan mandi wajib yang perlu diketahui. Kedua rukun ini meliputi, membaca niat hendak melakukan mandi wajib, dan meratakan air ke seluruh tubuh. Sesuai dalam kitab tersebut, Syekh Salin bin Sumair Al-Hadlrami menuliskan :

“Fardlu atau rukunnya mandi ada dua, yakni niat dan meratakan air ke seluruh tubuh.”
Kedua rukun mandi wajib ini perlu dilakukan agar kegiatan mandi wajib dapat dilakukan dengan sah. Dengan begitu, tubuh kembali suci dan bersih sehingga bisa melaksanakan berbagai ibadah dengan baik. Bukan hanya itu, kewajiban mensucikan diri juga menjadi adab baik yang perlu dilakukan sebelum menghadap kepada Allah.

3 dari 4 halaman

Tata Cara Mandi Wajib

Setelah mengetahui niat mandi haid dan dua rukunnya, terdapat beberapa tata cara mandi wajib yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Tata cara mandi wajib ini perlu dilakukan sesuai dengan urutan agar kegiatan mandi wajib yang dilakukan sesuai syariat Islam. Berikut tata cara mandi wajib yang perlu Anda ketahui :

Membaca Niat

Cara mandi wajib yang pertama adalah membaca niat. Membaca niat biasanya dilakukan bersamaan saat menyiramkan air ke anggota badan pertama kali. Anggota badan yang disiram pertama kali bisa dari mana saja, baik bagian atas, bawah, atau tengah.

Jika saat pertama kali menyiramkan air ke badan tidak disertai dengan membaca niat, maka anggota badan yang disiram tersebut tidak sah. Sehingga Anda harus mengulang lagi, menyiram anggota tubuh pertama kali disertai dengan pembacaan niat dari dalam hati.

Meratakan Air ke Seluruh Tubuh

Setelah membaca niat doa mandi wajib haid, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah meratakan air ke seluruh tubuh. Perlu diingat bahwa seluruh bagian tubuh harus terkena air, termasuk bagian lipatan tubuh.

Jika salah satu bagian tubuh tidak terkena air maka mandi wajib yang dilakukan dianggap tidka sah. Dengan begitu orang tersebut masih dalam keadaan hadast dan belum suci. Sehingga orang tersebut tidak boleh melakukan beberapa ibadah seperti sholat, thawaf, membaca, menyentuh, dan membawa Al Quran, dan lain sebagainya.

4 dari 4 halaman

Adab Mandi Wajib

air hangat

©2016 Merdeka.com

Setelah mengetahui niat mandi haid dan tata cara melakukannya, terdapat beberapa adab mandi wajib yang bisa Anda lakukan. Beberapa adab ini hukumnya sunnah, yaitu akan memberikan kebaikan jika dilakukan, dan tidak menimbulkan dosa ketika tidak dilakukan.

Berikut beberapa adab mandi wajib menurut Imam al-Ghazali :

  • Masuk kamar mandi lalu mengambil air untuk dibasuhkan ke tangan terlebih dahulu sebanyak 3 kali.
  • Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel pada badan.
  • Mengambil air wudhu seperti wudhu yang dilakukan ketika hendak sholat, termasuk dengan bacaan doanya.
  • Akhiri wudhu dengan menyiram kedua kaki.
  • Mulai mandi janabah atau mandi wajib dengan mengguyur kepala sampai 3 kali disertai dengan membaca niat untuk menghilangkan hadast.
  • Selanjutnya guyur bagian badan sebelah kanan hingga 3 kali, dilanjutkan dengan badan bagian kiri 3 kali.
  • Menggosok tubuh bagian depan, belakang sebanyak 3 kali.
  • Menyela dan membersihkan rambut dan jenggot.
  • Pastikan air mengalir di bagian lipatan tubuh dan pangkal rambut.
  • Sebaiknya hindari tangan menyentuh kemaluan, jika tidak sengaja menyentuh maka bisa berwudhu lagi.
[ayi]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini