Merapi Bergejolak, Para Pengungsi Ini Justru Dipulangkan

Selasa, 26 Januari 2021 15:45 Reporter : Shani Rasyid
Merapi Bergejolak, Para Pengungsi Ini Justru Dipulangkan Guguran lava pijar dari kawah Gunung Merapi. ©Agung Supriyanto/AFP

Merdeka.com - Pada Selasa (26/1) pukul 05.01 WIB, Gunung Merapi kembali bergejolak dengan mengeluarkan luncuran awan panas sejauh 1.000 meter. Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan bahwa guguran awan panas itu meluncur ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong dengan tinggi kolom 400 meter dan berlangsung selama 104.08 detik.

Malam hari sebelumnya, Senin (25/1), Gunung Merapi juga telah mengeluarkan tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 600-1.000 meter dan 14 kali guguran lava pijar ke arah barat daya atau ke arah hulu Kali Krasak dan Kali Boyong dengan jarak luncur 300-700 meter. Berdasarkan pengamatan itu, BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas Merapi masih cukup tinggi dan memiliki ancaman berupa erupsi efusif.

Namun di sisi lain, di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, para pengungsi Merapi justru dipulangkan. Sebenarnya mengapa mereka dipulangkan saat status Gunung Merapi sedang tinggi-tingginya? Berikut selengkapnya:

Baca Selanjutnya: Dipulangkan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini