28 Januari 1547 Wafatnya Henry VIII, Raja Inggris yang Karismatik
Merdeka.com - Henry VIII adalah raja Inggris yang memimpin awal Renaisans dan Reformasi Inggris. Ia merupakan anak kedua dari Henry VII dari garis Tudor, dan Elizabeth, putri Edward IV, raja pertama dari York. Saat kakak laki-lakinya, Arthur, meninggal pada 1502, Henry menjadi pewaris takhta.
Selama kepemimpinannya, Henry VIII unggul dalam pembelajaran buku dan latihan fisik masyarakat aristokrat. Tak heran, saat ia diangkat sebagai raja, banyak warga Inggris yang mengharapkan adanya perubahan.
Tepat hari ini, pada 28 Januari 1547, Henry VIII meninggal dunia. Ia meninggal karena menderita obesitas, yang akhirnya memicu berbagai jenis penyakit. Berikut latar belakang dan sepak terjang Henry VIII selama menjadi raja yang merdeka.com lansir dari Britannica:
Mengenal Henry VIII

©2014 Merdeka.com/entertainment.ie
Henry VIII adalah Raja Inggris yang berkuasa dari 21 April 1509 hingga kematiannya. Ia merupakan Raja Irlandia pertama dari Inggris, lalu melanjutkan klaim nominal para penguasa Inggris atas Kerajaan Prancis. Henry adalah kepala monarki kedua dari Wangsa Tudor setelah ayahnya, Henry VII.
Raja kelahiran 28 Juni 1491, ini merupakan anak ketiga dan putra kedua dari Raja Henry VII dan istrinya, Permaisuri Elizabeth. Saudaranya yang bernama Arthur, merupakan putra pertama Henry VII dan pewaris takhta Inggris. Kemudian saudaranya, Margaret, yang kemudian menjadi Permaisuri Raja Skotlandia, lalu ada juga Mary yang menjadi Permaisuri Raja Prancis.
Hanya sedikit catatan selama awal kehidupan Henry, karena statusnya yang bukan merupakan putra pertama menjadikan dirinya tidak dipandang sebagai pewaris takhta. Namun, pada 1502, kakak Henry yang merupakan seorang Pangeran Wales, Arthur, meninggal dunia. Hal ini yang kemudian membuat Pangeran Henry kemudian dinobatkan sebagai Pangeran Wales.
Henry VIII Naik Takhta

wikipedia.org
Pada 21 April 1509, Raja Henry VII meninggal dunia. Kemudian Pengeran Henry, yang saat itu masih berusia 17 tahun, naik tahta sebagai Henry VIII. Kenaikan tahta ini memberikan Henry VIII gelar sebagai Pembela Iman pada 11 Oktober 1521 oleh Paus Leo X kepada Raja Henry VIII.
Lalu Catherine dari Aragon, istri Henry, juga diberi gelar Pembela Iman dalam haknya sendiri. Gelar tersebut diberikan untuk menghargai buku Henry Assertio Septem Sacramentorum. Hal tersebut juga dikenal sebagai “Afirmasi Henry” dan dipandang sebagai penentangan penting terhadap tahap-tahap awal Reformasi Protestan, khususnya gagasan-gagasan Martin Luther.
Salah satu hal yang membuat Raja Henry VIII dikenal adalah peranannya yang menyebabkan pemisahan Gereja Inggris dari Gereja Katholik Roma. Hal ini terjadi karena untuk membatalkan pernikahannya dengan Katherine dari Aragon, yang telah berjalan lebih dari dua puluh tahun lantaran pernikahan mereka tidak menghasilkan seorang putra.
Wafatnya Henry VIII
Sepanjang memimpin Inggris, Henry VIII dikenal sebagai seorang raja yang menarik, berpendidikan, dan berbakat. Bahkan, ia digambarkan sebagai seorang penguasa yang paling karismatik yang duduk di takhta Inggris.
Selain itu, Henry VIII juga memerintah dengan kekuasaan yang signifikan. Hal ini yang kemudian membuat nama Henry III banyak dikenal dan diingat masyarakat Inggris.Namun, seiring dengan pertambahan usianya, Henry menjadi sangat gemuk dan menderita berbagai masalah kesehatan. Sampai akhirnya, pada 28 Januari 1547 dia meninggal dunia. Setelah itu, dia digantikan oleh putranya, Edward VI.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya