Tewaskan 10 Siswa, Ini 5 Fakta Kegiatan Susur Sungai Pramuka SMP di Turi Sleman

Senin, 24 Februari 2020 12:45 Reporter : Shani Rasyid
Tewaskan 10 Siswa, Ini 5 Fakta Kegiatan Susur Sungai Pramuka SMP di Turi Sleman Susur Sungai. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kegiatan susur sungai yang diikuti 257 pelajar SMPN 1 Turi, Sleman berujung petaka. Pada Jumat (21/2) sore, para peserta yang sedang menyusuri Sungai Sempor itu diterjang arus deras dari arah utara.

Ratusan pelajar ini diketahui sedang melaksanakan kegiatan pramuka. Ditemani kakak pembina, yang juga masih pelajar, ratusan pelajar SMP ini nekat menyusuri sungai di tengah cuaca yang tak menentu setelah hujan deras.

Peristiwa ini berakhir nahas, 10 siswi ditemukan meninggal dunia. Berikut adalah 5 fakta kegiatan susur sungai yang diadakan ekstrakulikuler pramuka SMP Negeri 1 Turi.

1 dari 5 halaman

Belum Hujan Saat Susur Sungai

susur sungai

2020 Merdeka.com

Waktu kegiatan susur sungai dilakukan, kondisi di lokasi kejadian belum hujan. Di lain sisi, hujan sudah turun di bagian lereng Merapi yang berada di sebelah utara lokasi kejadian.

"Cuaca saat kejadian cukup berawan, tapi tidak ada tanda hujan. Aliran sungai juga tidak terlalu deras. Saat kegiatan susur sungai, tiba-tiba air meluap," kata Wahyu Efendi, Kepala Basarnas Yogyakarta dilansir Antaranews.com.

2 dari 5 halaman

Diselamatkan Pemancing

susur sungai

2020 Merdeka.com

Pada saat peristiwa susur sungai maut itu, Kodir (37) tengah memancing di Sungai Sempor. Pada saat dia belum menaruh alat pancing, ia mendengar teriakan minta tolong dan tangisan. Mendengar itu, Kodir segera turun ke sungai untuk menyelamatkan para siswi yang hanyut itu.

"Saya langsung lari ke bawah. Ternyata ada sekumpulan anak-anak dengan seragam pramuka yang minta tolong. Saya langsung terjun ke sungai," ungkap Kodir dilansir dari Liputan6.com.

3 dari 5 halaman

Kepala Sekolah Tak Tahu Kegiatan Susur Sungai

kepala sekolah smp negeri 1 turi tutik nurdiana

2020 Merdeka.com/Purnomo Edi

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Turi, Tutik Nurdiana mengaku tidak tahu ada kegiatan susur sungai dalam acara ekstrakulikuler pramuka tersebut.

"Saya baru menjabat 1,5 bulan sebagai kepala sekolah. Jujur, saya tidak tahu program susur sungai itu," kata Tutik. Tutik juga tidak menyangka bahwa kegiatan susur sungai itu bakal berakhir tragis.

Menurut pemahamannya, para murid sekitar merupakan warga di sekitar Kecamatan Turi dan sudah mengenal Sungai Sempor.

"Kami mohon maaf atas kejadian ini. Mohon doa dan dukungan untuk anak yang ditemukan, yang meninggal semoga khusnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," lanjut Tutik.

4 dari 5 halaman

Pembina Pramuka Tak Paham Manajemen Risiko

Duka cita atas peristiwa ini berdatangan, salah satunya dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Kepala Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka, Guritno, menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam.

Guritno juga mengingatkan tentang kebijakan manajemen risiko dalam kegiatan pramuka. Kakak-kakak mohon selalu mempertimbangkan berbagai hal dan mengutamakan semua peserta kegiatan.

"Hal ini tertuang dalam SK Kwarnas No. 227 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kebijakan Manajemen Risiko dalam Gerakan Pramuka," terang Guritno dilansir dari Liputan6.com.

Guritno menambahkan, peraturan itu dirancang untuk mencegah kerusakan, kerugian, luka atau kehilangan pada gerakan pramuka dan pihak-pihak terkait.

5 dari 5 halaman

Menyisakan Trauma

susur sungai

2020 Merdeka.com

Kegiatan susur sungai yang berujung maut itu menyisakan trauma bagi keluarga korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Daerah Istimewa Yogyakarta berencana mengirimkan tim trauma healing pada keluarga korban dalam waktu dekat.

Trauma healing tersebut diberikan dengan mendatangi keluarga dari 10 korban meninggal. Kemudian mereka memberi santunan untuk masing-masing keluarga sebanyak Rp 20 juta.

"Ini masih dilakukan pendataan terhadap seluruh keluarga korban. Harapannya dengan santunan ini dapat turut meringankan duka keluarga yang sedang berbela sungkawa," jelas Ketua Program ACT DIY, Kharis Pradana, dilansir dari Liputan6.com. [shr]

Baca juga:
Tragedi Susur Sungai Sempor, Enam Pelajar Alami Gejala Gangguan Psikis
Kronologi Lengkap Malapetaka Susur Sungai Tewaskan 10 Orang
Susur Sungai Tewaskan 10 Siswa, Polda DIY Tahan Satu Guru SMP Negeri 1 Turi
Kepala Basarnas Pimpin Evakuasi Pelajar SMP 1 Turi Hanyut di Sungai Sempor

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini