Kisah Perjalanan Sunan Kalijaga ke Pulau Lombok, Sempurnakan Ilmu Agama

Rabu, 1 Desember 2021 08:38 Reporter : Shani Rasyid
Kisah Perjalanan Sunan Kalijaga ke Pulau Lombok, Sempurnakan Ilmu Agama Sunan Kalijaga. ©istimewa

Merdeka.com - Bicara soal Islam di Indonesia tak bisa lepas dari perjuangan para pendakwah dalam menyebarkan ajaran itu. Banyak riwayat yang menceritakan awal mula penyebaran Islam di Indonesia, khususnya tanah Jawa.

Salah satu yang terkenal adalah kisah tentang sembilan wali atau terkenal dengan nama Wali Songo. Mereka adalah para penyebar Islam di tanah Jawa.

Sunan Kalijaga adalah salah satu penyebar ajaran Islam di tanah Jawa. Dalam masyarakat Jawa, dia terkenal akan kisah-kisah kesaktiannya yang di luar batas nalar dan logika.

Dalam perjalanan hidupnya, ternyata anggota dari Wali Songo itu tak hanya berkelana berkeliling Jawa dalam berdakwah, namun melebarkan sayapnya hingga ke Pulau Lombok.

Dilansir dari Nu.or.id, ada lima riwayat cerita tentang perjalanan Sunan Kalijaga ke Pulau Lombok. Lantas seperti apa kisah-kisah tersebut? Berikut selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Pertemuan Gadjah Mada dengan Sunan Kalijaga

kidul dan sunan kalijaga
©istimewa

Di ujung timur Pulau Lombok, tepatnya di Desa Suwela, terdapat makam raja-raja Selaparang. Di area makam itu ada petilasan Patih Gadjah Mada yang diyakini sebagai tempat bertemunya patih Kerajaan Majapahit itu dengan Sunan Kalijaga.

Peziarah sering terlihat memanjatkan doa di sekitar petilasan tersebut. Bahkan ada yang mengatakan bahwa “pertemuan” antara kedua tokoh yang sebenarnya tidak hidup sezaman itu merupakan tonggak penting dari peradaban Islam di Nusantara.

Riwayat Djaya Prana

Tak jauh dari Makam Selaparang, terdapat dua desa yaitu Pohgading dan Bagek Papan. Warga di kedua desa ini meyakini kalau leluhur mereka datang dari Jawa.

Berdasarkan catatan keluarga dan riwayat yang mereka ceritakan secara turun-temurun, pada abad ke-15 ada seorang tokoh bernama Djaya Prana yang mendarat di Labuan Tereng dan melanjutkan perjalanan ke arah timur sampai di desa itu.

Selang beberapa tahun kemudian, Djaya Prana disusul adiknya yang bernama Wijaya Krama. Dalam versi Kraton Yogyakarta dan Surakarta, Djaya Prana ini adalah kakak dari Sunan Kalijaga.

Sementara dalam versi Serat Centhini, Djaya Prana itu adalah Sunan Kalijaga sendiri. Hal ini pula yang disebutkan sejarawan Husien Djadjaningrat. Dia menyebutkan saat berada di Cirebon, Sunan Kalijaga memakai nama Djaya Prana.

3 dari 4 halaman

Sempurnakan Ilmu Agama

001 nfi
©istimewa

Dalam beberapa serat disebutkan kalau Sunan Kalijaga adalah menantu sekaligus murid kesayangan Syekh Siti Jenar. Setelah Syekh Siti Jenar meninggal, Sunan Kalijaga memutuskan untuk pergi ke Pulau Lombok demi menyempurnakan ilmu tarekatnya pada Pangeran Sangupati, murid Syekh Siti Jenar yang lebih senior.

Pertemuan keduanya terjadi di bawah kaki Gunung Rinjani, tepatnya di Desa Bayan. Bukti pertemuan ini adalah adanya makam Pangeran Sangupati yang bersebelahan dengan makam seseorang yang disebut Sahid di sebelah barat Masjid Pusaka Bayan. Nama Bayan sendiri merupakan kode nama tempat (toponim) dari para penganut ajaran Martabat Tiga Syekh Siti Jenar.

4 dari 4 halaman

Mencari Putra Kesayangan

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Sunan Kalijaga memiliki seorang anak laki-laki bernama Pangeran Saridin. Tanpa alasan yang jelas Pangeran Saridin hilang dan diperkirakan menuju ke arah timur. Sunan Kalijaga mencari putra kesayangannya itu dengan pergi menuju arah timur, tepatnya menuju Pulau Lombok.

Menumpangi Ikan Besar

002 nfi
©istimewa

Sunan Bonang merupakan salah satu guru dari Sunan Kalijaga. Keduanya memiliki kelebihan, yaitu akrab dengan para penghuni laut, seperti halnya Nabi Yunus AS.

Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga melintasi lautan dengan menumpang seekor ikan besar yang menjadi sahabat setia mereka. Dalam suatu perjalanan, mereka singgah beberapa kali di Pulau Lombok. Riwayat dua wali yang mengarungi lautan dengan seekor ikan besar ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Lombok.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini